Baturaja, Sumselupdate.com – Hingga November 2016, Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Ogan Komering Ulu (OKU) sudah menyerap sekitar 80 persen beras.
Target Bulog di 2016 adalah sebesar 30.000 ton. Atau sekitar 25.000 ton yang sudah diserap pihak Bulog. “Sampai awal November ini serapan setara beras yang
berhasil kami capai adalah sekitar 80 persen atau sekitar 25.000 ton, dari
total target 30.000 ton,” kata Junaidi, Jumat (18/11/2016).
Menurut dia, sisa sekitar 20 persen serapan atau sekitar 5.000 ton
diperkirakan akan mampu diserap pihaknya hingga akhir Desember. Mengingat saat ini masih banyak lahan persawahan milik petani yang belum selesai dipanen.
Sementara saat ditanyakan besaran serapan beras pada 2017 mendatang, Junaidi mengaku jika pihaknya masih akan tetap menargetkan serapan yang sama seperti 2016, yakni 30.000 ton.
Asumsi tersebut didasarkan dari data hasil panen padi yang ada saat ini serta mengukur dari daya tampung gudang bulog yang ada. “2017, kemungkinan kita masih akan menargetkan sekitar 30.000 ton. Tentu disesuaikan dengan hasil panen sawah yang ada saat ini,” jelasnya.
Terkait serapan beras dari petani ini, Junaidi mengaku optimis dapat mencukupi kebutuhan stok beras miskin (Raskin) untuk tiga Kabupaten di OKU,
bahkan dapat membantu menopang kebutuhan Raskin bagi beberapa daerah
lain di Sumsel.
Seperti Palembang, Lahat, Muaraenim, Prabumulih. Bahkan diyakini dapat menopang sampai ke luar daerah Sumsel, seperti Bengkulu, Bangka Belitung dan Jambi.
“Selain kebutuhan kita (Sumsel-red), serapan beras juga dikirim keluar, seperti Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung, sampai sekarang masih tetap kita kirim,” ungkapnya.
Menurut Junaidi, kualitas beras yang diserap sangat bagus, yakni berkualitas mmedium. Sebagian besar beras yang diserap adalah kontribusi dari Kabupaten OKU Timur yang merupakan ladang pertanian dengan sawah terbesar selain
Kabupaten Musi Banyuasin.
“Pasokan beras dari OKU Raya cukup besar, saingan kita hanya dari Muba Jadi kita optimis hasil serapan beras dapat ikut menjadi penyanggah stok kebutuhan beras di Sumsel bahkan penopang daerah lainnya,” sebutnya.
Selain itu Junaidi menambahkan, pihaknya juga memprediksi stok beras yang ada nantinya akan dapat membantu
atau menyanggah stok kebutuhan beras nasional. (yan)











