Demo Penolakan dan Yel-yel Trump ‘Bukan Presiden Saya’ Meluas

Sabtu, 12 November 2016
Sejumlah anak muda berunjukrasa yang berpendapat bahwa kepemimpinan Trump akan menimbulkan jurang perbedaan atas dasar ras dan jenis kelamin. (BBC Indonesia).

Portland, Sumselupdate.com – Demo masyarakat Amerika Serikat (AS) memprotes terpilihnya Donald Trump sebagai presiden kian meluas dan  berujung ricuh.

Sejumlah kendaraan dan fasilitas umum dikabarkan rusak akibat demo yang terjadi di kawasan pantai barat dan timur AS tersebut.

Read More

Dilansir detikcom dari Al Jazeera, Sabtu (12/11/2016), ribuan pendemo melempar sejumlah objek ke anggota polisi yang melakukan penjagaan di Portland, Oregon. Sumber kepolisian Portland mengatakan pendemo juga merusak tempat parkir.

“Sejumlah pendemo juga dilaporkan melakukan vandalisme dengan melukis grafiti di mobil-mobil dan bangunan serta merusak jendela toko,” sebut media lokal di Portland.

Demo anti-Trump masih terus berlanjut hingga Kamis (10/11) malam waktu AS, bahkan meluas hingga ke 25 kota di negara tersebut. Mulai dari Washington, District of Columbia, New York, Minneapolis, Texas, Chicago, Boston, Philadelphia, Los Angeles, San Francisco dan sebagainya.

Sedikitnya 28 demonstran ditangkap di Los Angeles setelah memaksa masuk ke dalam jalan tol 101 Freeway. Juru bicara kepolisian Los Angeles, Liliana Preciado, seperti dilansir CNN menyebut, sedikitnya 3 ribu orang ikut dalam aksi protes pada Rabu (9/11) waktu setempat.

Ada sejumlah kerusakan properti akibat aksi protes ini. Wali Kota Los Angeles Eric Garcetti pun mengimbau demonstran untuk tidak rusuh dan membahayakan orang lain.

Demonstran memprotes berbagai rencana kebijakan Trump, mulai dari membangun tembok perbatasan dengan Meksiko hingga retorika yang memicu xenofobia (kebencian pada warga asing). Sedikitnya 15 demonstran di luar Trump Tower ditangkap karena dianggap melanggar ketertiban.

Sementara di Los Angeles, Philadelphia, Denver, dan Minneapolis, warga  turun ke jalan-jalan dengan meneriakkan yel-yel Trump ‘bukan presiden saya’.

Rata-rata mereka adalah anak muda yang berpendapat bahwa kepemimpinan Trump akan menimbulkan jurang perbedaan atas dasar ras dan jenis kelamin.

Sebelumnya seperti dikutip BBC Indonesia presiden terpilih Donald Trump menyebut aksi protes ini sebagai tindakan tidak adil yang disulut oleh media.

Trump mengalahkan Hillary Clinton dalam pemilihan presiden pada Selasa lalu (08/11). Selama masa kampanye, Trump mengeluarkan berbagai pernyataan kontroversial, antara lain terkait kelompok minoritas, pendatang dan perempuan.

Namun dalam pidato kemenangannya, ia berjanji untuk menjadi presiden bagi seluruh rakyat Amerika. (hyd)

 

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts