Muarabeliti, Sumselupdate.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Fauzi H Amro meminta Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura), Muratara, dan Kota Lubuklinggau menyetop alih fungsi lahan.
Dia mengatakan komitmennya sama saat berada di Komisi V DPR RI berupaya mengalokasikan bantuan dari Kementerian untuk memajukan Kabupaten Mura, Muratara, dan Kota Lubuklinggau.
Targetnya di komisi baru ini Sumatera Selatan (Sumsel) tetap mempertahankan sebagai daerah surplus beras setiap tahunnya serta mensejahterakan petani dan peternak.
Tentunya untuk mempertahankan surplus beras ketiga wilayah harus menyetop alih fungsi lahan. Kalau alih fungsi terus berlanjut sudah tentu sulit untuk surplus.
“Kita minta stop alih fungsi lahan pertanian. Kita juga akan petakan, berapa jumlah sawah, kebun, petani, peternak hingga ternak kita ingin yang real. Agar bantuan yang dibagikan tepat sasaran, dan termanfaatkan secara optimal,” katanya saat reses di wilayah Mura.
Dia menambahkan, khusus untuk Mura dan Muratara, ia berkeinginan kedua daerah ini segera keluar dari status daerah tertinggal.
“Kemarin kita support dari infrastruktur seperti jalan dan bandara, maka kini dari bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan,” jelasnya.
Dijelaskannya, anggaran bantuan yang bisa diserap daerah untuk tahun 2017 mendatang jumlahnya mencapai Rp2,1 triliun. Dari anggaran tersebut Kementrian Pertanian mendapat alokasi dana Rp21,6 triliun.
Masih katanya bantuan-bantuan yang bisa dialokasikan ke daerah,bidang pertanian, ada program cetak sawah baru, alat-alat pertanian mulai dari hand traktor roda dua dan roda empat, alat bantu panen, pompa air, asuransi padi, serta sarana dan prasarana lainnya.
Kemudian di bidang perkebunan ada bantuan peremajaan bibit dan perkebunan rakyat. Di bidang peternakan, ada bantuan asuransi ternak yang dialokasikan hingga 33.000 ekor sapi.
“Semua ini akan kita kawal, agar benar-benar terealisasi kedaerah kita untuk mempermudah petani dan peternak,” tegasnya. (ain)











