Palembang, Sumselupdate.com – Sebagai salah satu perusahaan besar, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Divre III Palembang meresmikan Pengoperasian Unloading Angkutan Batubara Stasiun Simpang Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan, sebagai langkah upaya melakukan ekspansi seperti layaknya perusahaan lainnya di Indonesia.
Peresmian Stasiun Simpang tersebut merupakan upaya menyesuaikan pelayanan dengan peluang yang selalu berkembang mengikuti perkembangan aktivitas usaha dan pertumbuhan ekonomi yang ada di masa depan.
Direktur Operasional PT KAI Selamat Suseno, Selasa (1/11/2016) mengatakan, perluasan ekspansi dirasa sangat perlu oleh perusahaan sekelas KAI guna mencapai efisiensi, lebih kompetitif, serta meningkatkan keuntungan atau profit perusahaan.
“Ini target kami yang selama ini akan lakukan, sehingga tujuan menjadi bagian dari pergerakan perekonomian daerah dapat terwujud,” katanya.
Menurutnya, PT KAI (Persero) Divre III sumsel merupakan daerah penghasil batubara dan banyak dipergunakan untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari, dan KAI adalah perusahaan yang fokus dengan angkutan jasa dan barang terutama batubara.
“Untuk memenuhi permintaan angkutan batubara swasta di wilayah Divre III Palembang, harus didukung dengan fasilitas bongkar yang memadai terintegrasi dengan moda angkutan lainnya. Simpang sebagai stasiun alternatif untuk stasiun bongkar adalah karena letak Stasiun Simpang yang strategis berdekatan dengan wilayah tingkat II lainnya, yang saat ini sudah siap dekat di pelabuhan Pulokerto Gandus,” urainya.
Selanjutnya ia menjelaskan, PT Gumay Prima Energi (PT GPE) melakukan kerjasama dengan KAI untuk melakukan angkutan batubara dari Sukacinta menuju Stasiun Simpang untuk dilakukan proses bongkar muat (unloading) oleh pihak PT Royaltama Mulya Kencana (PT RMK) ke Pelabuhan Pulokerto.
“Kita Harapkan dengan beroperasinya Stasiun Simpang ini, kedepannya mampu meningkatkan produktifitas angkutan batubara,” pungkasnya. (adi)











