BKB-PP PALI Jemput Anak Disabilitas Untuk Ke Posyandu

Senin, 31 Oktober 2016
Dua petugas dari BKB-PP menjemput dua balita.

PALI, Sumselupdate.com – Bagi warga Kabupaten PALI yang mengalami kekurangan fisik atau disabilitas yang memiliki anak Balita tidak perlu khawatir anaknya ketinggalan mendapat pelayanan imunisasi.

Karena petugas bakal menjemput anak mereka untuk diberi pelayanan tanpa harus repot-repot datang ke Posyandu. Seperti terlihat ketika salah satu petugas dari Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKB-PP) Kabupaten PALI menjemput anak balita di Talang Pipa, Kelurahan Talang Ubi Barat.

Read More

Tampak dua petugas mengajak dua balita tersebut menuju Posyandu dengan menggunakan sepeda motor. “Tiap ada Posyandu kami lakukan ini secara rutin untuk memberi pelayanan kesehatan serta KB kepada warga disabilitas. Kita jemput anaknya untuk diberi imunisasi dan ditimbang di Posyandu, sementara bila ibunya ingin ber-KB, kita layani di rumahnya,” ucap Abdul, salah satu petugas BKB-PP kepada sejumlah media.

Sementara itu, Suprihyatno Kepala BKB-PP Kabupaten PALI mengatakan bahwa pihaknya telah menugaskan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) untuk melayani masyarakat tanpa terkecuali, salah satunya menjemput warga yang mengalami kekurangan fisik.

“Semua warga berhak mendapat pelayanan yang sama. Kita tempatkan PLKB ditiap desa untuk melayani masyarakat secara langsung, bukan hanya soal KB, tapi juga pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Untuk warga disabilitas, kita datangi ke rumahnya, agar pelayanan bisa merata,” ucapnya ketika dijumpai, Senin (31/10/2016).

Diakuinya bahwa upaya jemput bola seperti itu tidak dilakukan tiap bulan, melainkan setiap hari. “Tiap hari petugas kita keliling melayani masyarakat dan kegiatan itu akan terus dilakukan agar program pemerintah bisa terlaksana dan manfaatnya bisa dinikmati masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Widia (28) salah satu warga disabilitas asal Talang Ubi merasa terbantu dengan adanya kegiatan jemput bola seperti itu. “Anak saya butuh imunisasi dan saya tiap bulan harus disuntik KB, sementara keadaan saya seperti ini, karena lahir tanpa kaki. Tapi dengan perhatian pemerintah PALI, saya berterimakasih sekali,” ucap ibu dua anak itu. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts