Antisipasi Laporan Fiktif, Disdikbud Tinjau Sekolah

Minggu, 23 Oktober 2016
Muratara, sumselupdate.com – Untuk memastikan kebenaran adanya laporan, baik dari masyarakat ataupun Kepala Sekolah (Kepsek) terhadap kondisi sekolah, Disdikbud langsung melakukan peninjauan sekolah SD, SMP dan SMA di 2 Kecamatan yakni Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Nibung.
Kepala Disdikbud Muratara, Firdaus mengatakan selain mengecek kebenaran lapaoran kondisi sekolah, pihaknya juga mengecek laporan bulanan tiap sekolah.
Sebab menurutnya, selama ini kebanyakan Kepsek memberikan laporan mengenai kondisi sekolah yang belum terlalu membutuhkan, misalnya meminta di bangun ruang kelas baru, kantor atau gedung perpustakaan.
“Pada hal gedung yang diminta tersebut belum terlalu dibutuhkan atau bukan kebutuhan mendesak, ini tentunya hanya akal-akalan Kepsek untuk mendapat pekerjaan dan tentunya bisa mendapat penghasilan lebih,” katanya,Sabtu (22/10/2016).
Dilanjutkanya dengan begitu tentunya bisa mengetahui permasalahan di lapangan, pihaknya juga bisa memilah permintaan Kepsek, terkait yang harus didahulukan, sebab ada sekolah yang memang membutuhkan penambahan ruang kelas atau sebagainya.
“Jadi kita bisa memilah yang mana sekolah memang membutuhkan dan yang mana tidak terlalu membutuhkan. Pastinya kita akan memberikan bantuan kepada sekolah yang memang membutuhkan, ” ujar Firdaus.
Pihaknya juga mengecek jumlah siswa, sebab jumlah siswa menyangkut dana Bantuan Oprasional Siswa (BOS). Untuk mengantisipasi pengelembungan dana BOS.
Ia mencontohkan seperti siswa sudah berhenti atau meninggal dan bisa saja nama-nama mereka itu dimasukkan oleh pihak sekolah.
“Kita akan antisipasi pengelembungan dana BOS dengan mengecek jumlah tiap sekolah, dengan meminta dari setiap sekolah jumlah siswa yang update,” tuturnya.
Apakah selama ini ada Kepsek yang melakukan pengelembungan dan BOS? Firdaus menjelaskan sejauh ini belum ada ditemukan, maka dari itu pihaknya melakukan pencegahan sejak dini dan jangan sampai hal itu terjadi, sebab jika ada Kepsek nakal, maka akan diberikan sanksi.
“Sejauh ini belum ada, tapi untuk pihak sekolah jangan macam-macam jika ketahuan akan diberikan sanksi,” tegasnya. (ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts