Pagaralam, Sumselupdate.com – Peran Mantri Bank Rakyat Indonesia (BRI) tidak hanya sebatas menyalurkan pembiayaan, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui pendampingan langsung di lapangan, Mantri BRI membantu pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, hingga mengenalkan layanan perbankan digital kepada masyarakat, termasuk di wilayah pelosok.
Mantri BRI Cabang Pagaralam, Abdul Somad, mengatakan keberadaan Mantri merupakan bagian penting dari upaya BRI mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang membutuhkan akses terhadap layanan keuangan formal.
Menurutnya, tugas Mantri tidak hanya memasarkan produk pinjaman, tetapi juga membangun hubungan dengan nasabah, memahami kebutuhan usaha, serta memberikan pendampingan agar kegiatan ekonomi masyarakat dapat berkembang.
“Mantri BRI merupakan tenaga pemasar sekaligus ujung tombak perusahaan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Kami tidak hanya menawarkan produk perbankan, tetapi juga membantu pelaku UMKM mendapatkan akses pembiayaan dan memahami layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Abdul Somad.
Ia menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya, Mantri BRI turut melakukan pemasaran dan akuisisi berbagai produk perbankan, mulai dari kredit mikro, simpanan, hingga layanan digital seperti BRImo, QRIS, dan BRILink.
Selain itu, Mantri juga terlibat dalam proses analisis kredit, mulai dari memprakarsai usulan pinjaman, menilai kelayakan calon debitur, hingga memberikan rekomendasi terkait pengendalian kualitas kredit.
“Setiap pengajuan pembiayaan harus melalui proses penilaian dan analisis. Hal ini penting agar pinjaman yang diberikan sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan usaha nasabah, sehingga dapat dimanfaatkan secara produktif,” jelasnya.
Tidak hanya dalam proses pembiayaan, Mantri BRI juga bertanggung jawab melakukan pembinaan dan pemantauan terhadap perkembangan usaha nasabah.
Pendampingan dilakukan melalui kunjungan langsung ke lokasi usaha maupun pemantauan dari luar lokasi. Langkah ini bertujuan memastikan perkembangan usaha sekaligus membantu nasabah mengelola pembiayaan secara bertanggung jawab.
Edukasi literasi keuangan dan digital juga menjadi bagian dari tugas Mantri, termasuk kepada pelaku UMKM serta Agen BRILink agar semakin memahami manfaat dan penggunaan layanan perbankan.
Abdul Somad menambahkan, kehadiran Mantri BRI sekaligus menjadi jembatan bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan formal.
Melalui pembiayaan yang aman dan sesuai ketentuan, masyarakat diharapkan memiliki alternatif pendanaan yang lebih baik sehingga tidak bergantung pada pinjaman informal dengan bunga tinggi atau rentenir.
“Harapan kami, masyarakat semakin mudah mengakses layanan perbankan yang resmi dan aman. Dengan begitu, pelaku UMKM bisa mendapatkan dukungan pembiayaan sekaligus pendampingan untuk mengembangkan usahanya,” tambahnya.
Upaya memperkuat peran Mantri juga menjadi bagian dari strategi BRI dalam memperluas inklusi keuangan nasional.
Sejumlah program pengembangan internal, seperti BRILiaN Banking Associate Program (BBAP) dan Jambore Mantri BRI, menjadi wadah peningkatan kapasitas serta penguatan kompetensi tenaga pemasar dalam menjangkau masyarakat.
Dengan pendekatan langsung ke lapangan, Mantri BRI diharapkan tidak hanya menjadi penghubung antara bank dan nasabah, tetapi juga berkontribusi mendorong pelaku UMKM agar semakin berkembang, mandiri, dan mampu memanfaatkan layanan keuangan formal maupun digital.
Melalui peran tersebut, kehadiran BRI di tengah masyarakat tidak sebatas menyediakan layanan transaksi perbankan, tetapi juga menghadirkan pendampingan ekonomi yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha.
(**)







