Palembang, Sumselupdate.com – Kabupaten Empat Lawang diprediksi menjadi salah satu wilayah pertama di Sumatera Selatan (Sumsel) yang memasuki musim hujan pada akhir Oktober 2026.
Sebagian besar wilayah Empat Lawang diperkirakan mulai mengalami musim hujan pada dasarian III Oktober atau periode 21–31 Oktober 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menyebutkan awal musim hujan di Sumsel akan berlangsung secara bertahap di sejumlah kabupaten dan kota hingga awal Desember 2026.
“Sebagian besar wilayah Empat Lawang diprediksi memasuki musim hujan pada dasarian III Oktober 2026,” katanya, Selasa (20/10/2026)
Setelah Empat Lawang, sejumlah wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada dasarian I November 2026, meliputi Banyuasin bagian utara, sebagian besar Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Lubuk Linggau, Empat Lawang bagian utara, Lahat, Pagar Alam, PALI bagian barat, Prabumulih bagian barat, Muara Enim bagian selatan, OKU bagian barat, dan OKU Selatan bagian barat.
Baca juga: Musim Hujan Tiba, Penampungan Warga Gaza Bakal Kian Memprihatinkan
Sementara itu, pada dasarian II November 2026, musim hujan diprediksi mulai meluas ke Musi Banyuasin bagian timur, sebagian besar Banyuasin, Palembang, PALI bagian timur, Prabumulih bagian timur, Muara Enim bagian utara, Ogan Ilir, OKI bagian barat, OKU bagian timur, dan OKU Selatan bagian timur.
Adapun OKI bagian timur dan OKU Timur diperkirakan memasuki musim hujan pada dasarian III November 2026. Kabupaten OKI bagian selatan diprediksi menjadi wilayah terakhir yang memasuki musim hujan, yakni pada dasarian I Desember 2026.
Puncak musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Sumsel diperkirakan terjadi pada Desember 2026. Namun, beberapa wilayah diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027, meliputi sebagian besar Empat Lawang, sebagian kecil Muara Enim bagian selatan, OKU bagian selatan, dan OKU Selatan.
Curah hujan pada periode tersebut diperkirakan dapat mencapai 400 milimeter (mm). Peningkatan curah hujan ini perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan genangan.
Baca juga: BMKG Peringatkan Sumsel di Puncak Musim Hujan, Potensi Cuaca Ekstrem hingga Hujan Es
“Pemerintah daerah perlu mengantisipasi potensi banjir seiring meningkatnya curah hujan pada musim hujan,” katanya.
Selain membantu mengurangi risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meningkatnya curah hujan juga dapat memicu bencana apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan debit air sungai dan membuat saluran drainase tidak mampu menampung seluruh aliran air. Akibatnya, air berpotensi meluap dan menggenangi permukiman maupun jalan raya.
Pemerintah daerah di Sumsel diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan saluran drainase berfungsi baik, membersihkan saluran air dari sampah, serta memantau kondisi sungai dan kawasan rawan banjir.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari instansi terkait agar dapat mengantisipasi potensi dampak musim hujan.
Dengan sebagian besar wilayah Empat Lawang diprediksi memasuki musim hujan pada akhir Oktober, langkah antisipasi sejak dini diperlukan untuk mengurangi risiko bencana dan menjaga keselamatan masyarakat. (Iya)







