Jarak Pandang Palembang Membaik Jadi 2 Km, BPBD Sumsel Evaluasi Penyemaian Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap

Writer: - Sabtu, 17 Oktober 2026
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 256;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38;

Palembang, Sumselupdate.com – Jarak pandang di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), yang sebelumnya sempat hanya sekitar 25 meter dilaporkan meningkat menjadi kurang lebih 2 kilometer setelah pelaksanaan dua sortie penyemaian dry ice pada Kamis (15/10/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat perbaikan jarak pandang tersebut diikuti penurunan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Namun, pemerintah masih mengevaluasi efektivitas penyemaian dry ice untuk mengurangi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Read More

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, mengatakan peningkatan jarak pandang menjadi salah satu perkembangan yang dipantau dalam uji coba teknologi tersebut.

“Jarak pandang kemarin sempat 25 meter. Setelah dilaksanakan dua sortie, jarak pandang mengalami peningkatan menjadi kurang lebih 2.000 meter. Jadi, dry ice ini menjadi salah satu indikator keberhasilan,” ujar Iqbal, Sabtu (17/10/2026).

Meski demikian, peningkatan jarak pandang tersebut belum dapat sepenuhnya dikaitkan dengan penyemaian dry ice. Kajian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan pengaruh metode tersebut terhadap kondisi atmosfer dan penurunan kabut asap.

Total 2,4 Ton Dry Ice Telah Disemai

Hingga Jumat (16/10/2026), sebanyak tiga sortie penyemaian dry ice telah dilakukan di wilayah Palembang. Dua sortie dilaksanakan pada Kamis, sedangkan satu sortie berikutnya dilakukan pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam setiap penerbangan, pesawat membawa sekitar 800 kilogram dry ice. Dengan demikian, total bahan yang telah disemai mencapai 2,4 ton.

Iqbal mengatakan BPBD Sumsel berharap penyemaian tambahan dapat dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi atmosfer dan kualitas udara di Palembang.

“Setiap sortie ada 800 kilogram. Kemarin dua sortie dan hari ini baru satu sortie, tadi pukul 10.00 WIB. Mudah-mudahan bisa satu sortie lagi hari ini,” katanya.

Menurut Iqbal, evaluasi dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Kementerian Kehutanan.

Kajian tersebut mencakup efektivitas penyemaian, durasi dampaknya terhadap kondisi atmosfer, serta kebutuhan bahan yang digunakan dalam setiap penerbangan.

Pemerintah juga ingin mengetahui apakah jumlah dry ice yang digunakan sudah memadai untuk membantu mengurangi kabut asap di wilayah terdampak.

“Ini masih akan dikaji terkait efektivitasnya berapa lama usai disemai. Harapan kita terjadi perbedaan suhu antara siang dan malam, mungkin jadi salah satu indikator kenapa ketika malam ada penurunan kembali kabut asap. Ini yang akan kita lakukan evaluasi terus-menerus,” jelasnya.

Diharapkan Dukung Pemadaman Karhutla dari Udara

Pesawat yang digunakan untuk penyemaian dry ice saat ini masih diberangkatkan dari Lampung. Upaya tersebut diharapkan membantu memperbaiki kondisi atmosfer dan meningkatkan jarak pandang sehingga penanganan karhutla melalui udara dapat berlangsung lebih optimal.

Perbaikan jarak pandang juga diharapkan mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan bahan semai natrium klorida (NaCl), serta pengerahan helikopter untuk pemadaman karhutla melalui metode water bombing atau pengeboman air.

Namun, pelaksanaan OMC masih bergantung pada perkembangan awan hujan yang memenuhi persyaratan operasional. Karena itu, kondisi atmosfer akan terus dipantau untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

“OMC dengan NaCl masih menunggu adanya perkembangan awan hujan. Mudah-mudahan setelah adanya dry ice, asap menjadi terbuka dan naik ke atas, lalu muncul bibit-bibit awan hujan,” tutup Iqbal.

BPBD Sumsel berharap rangkaian upaya tersebut dapat membantu penanganan karhutla sekaligus memperbaiki kualitas udara di Palembang. Meski demikian, efektivitas penyemaian dry ice masih perlu dibuktikan melalui evaluasi dan pemantauan lebih lanjut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts