Palembang, Sumselupdate.com — Kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah, tiga kios pedagang dan satu warung sembako di kawasan Pasar 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Rabu (30/9/2026) sore, diduga dipicu aksi pembakaran sebuah bantal.
Dugaan tersebut terungkap setelah personel Polsek Ilir Barat I (IB I) Palembang bersama gabungan piket fungsi Satreskrim dan SPKT Polrestabes Palembang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengamankan seorang pria berinisial RK (24), yang merupakan cucu salah satu pemilik rumah, Fatmawati. Kepada polisi, RK mengaku membakar bantal yang berada di rumah neneknya hingga kemudian api membesar dan menyebabkan kebakaran.
Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Fauzi Saleh mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, kejadian bermula ketika RK bercerita kepada pamannya, Fadly, mengenai rencana pernikahannya.
RK diduga merasa tersinggung setelah rencana tersebut ditertawakan oleh pamannya. Setelah itu, RK mengaku mendengar bisikan yang mengajaknya ke neraka.
“RK bercerita dengan pamannya yang bernama Fadly, hendak nikah namun pamannya menertawakan. Kemudian RK mendapat bisikan, lalu membakar bantal yang berada di rumah neneknya, yang bernama Fatmawati,” kata Kompol Fauzi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (1/10/2026).
Menurut Fauzi, saat dimintai keterangan, RK berbicara tidak jelas dan beberapa kali memberikan jawaban yang tidak berkaitan dengan pertanyaan polisi.
Pihak keluarga juga menyampaikan kepada polisi bahwa RK memiliki riwayat sakit. Atas kondisi tersebut, polisi berkoordinasi dengan keluarga untuk membawa RK menjalani pemeriksaan kondisi kejiwaan di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang.
“Pelaku kami amankan dan koordinasi bersama pihak keluarga untuk mengecek kondisi kejiwaan RK di RS Ernaldi Bahar,” ujar Fauzi.
Polisi masih melakukan penanganan lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan penyebab kebakaran tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan serta keterangan para saksi.
(**)







