PALI, Sumselupdate.com – Junaidi (45), warga Dusun Dua, Desa Simpang Tais, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI mengalami luka gigit serius di bagian paha dan lutut kanannya, setelah berjuang habis-habisan melawan amukan dua ekor harimau buas yang secara tiba-tiba menyerang dirinya.
Peristiwa ini terjadi di kawasan hutan Dusun Belanti, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muaraenim pada Selasa (18/10/2016), sekitar pukul 10.00.
Kasus serangan harimau terhadap manusia ini bermula ketika Juniadi yang berprofesi sebagai pencari kayu gaharu mendengar raungan suara yang belum diketahui asal-usul sumbernya.
Belum sempat mencari sumber suara tiba-tiba muncul dari dalam semak seekor harimau langsung menerkam korban. Beruntung Junaidi berhasil meloloskan diri dari terkaman raja hutan itu yang pertama. Namun naasnya binatang buas itu tidak hanya satu namun melainkan dua ekor.
“Diterkam yang kedua inilah, saya sempat digigit di bagian paha. Ini ada bekas gigitan beberapa lubang di paha serta luka bekas cakaran kuku tajam milik harimau itu,” kata Junaidi ketika disambangi wartawan di kediamannya, Rabu (19/10/2016).
Dirinya menceritakan, bahwa ketika kejadian sempat melakukan perlawanan dengan harimau. Keduanya sempat bergulat. Harimau dan korban sempat berguling-guling di tanah, lalu harimau itu menggigit paha korban.
“Sesaat digigit saya teringat ada parang di dalam karung, lantas saya langsung membacokkan parang ke kepala harimau itu kurasa harimau itu terluka, lantaran kesakitan akhirnya harimau itu pergi,” aku Junaidi.
Menurut Junaidi setelah dirinya digigit ada seorang warga Talang Subur habis menyadap karet lewat di lokasi kejadian, datang membantu dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Talang Ubi dan korban langsung mendapat perawatan tim medis serta beberapa jahitan luka akibat gigitan harimau tersebut.
Berdasarkan informasi dihimpun dari warga sekitar, di wilayah tersebut memang kerap warga yang menyadap karet menjumpai bekas tapak kaki harimau di tanah becek ketika sehabis diguyur hujan. Bahkan ada sebagian petani mengurungkan niatnya untuk pergi ke kebun lantaran terdengar suara raungan sang si raja hutan itu.
“Memang ada harimaunya di hutan itu. Kami sering mendengar suaranya, bahkan kalau habis hujan sering terlihat bekas tapak kakinya diatas tanah becek,” ujar Ciko. (adj)











