12 Titik Banjir di Jalan Protokol Palembang Jadi Sorotan, Pemkot Siapkan Double Cross Drain dan Pompa Portabel

Writer: - Rabu, 23 September 2026
Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Palembang meninjau salah satu titik rawan banjir di Kota Palembang. (Foto: Humas Pemkot Palembang)

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota Palembang memetakan 12 titik rawan genangan yang berada di sejumlah ruas jalan protokol. Berbagai langkah penanganan disiapkan, mulai dari pembangunan dan pembesaran cross drain hingga menyiagakan pompa portabel saat hujan deras.

Peninjauan sejumlah titik rawan genangan dilakukan Pemkot Palembang pada Rabu (23/9/2026). Lokasi yang ditinjau antara lain kawasan Simpang Polda dan Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), Jalan Bay Salim, Jalan Mayor Ruslan, serta Jalan Residen Abdul Rozak.

Read More

Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani mengatakan, kawasan UIGM menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena kerap mengalami genangan cukup tinggi ketika hujan deras.

Menurut Isnaini, Pemkot Palembang berencana membangun double cross drain di kawasan tersebut. Pembangunan ditargetkan dapat dilakukan pada 2027 melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), mengingat ruas jalan tersebut berstatus jalan nasional.

“Saat ini di jalan ini ada satu cross drain. Namun, akan lebih optimal jika menjadi double cross drain,” kata Isnaini.

Sementara itu, di Jalan Bay Salim, pemerintah berencana melakukan pembesaran cross drain pada 2027. Penanganan tersebut akan menggunakan APBD Kota Palembang karena ruas jalan tersebut merupakan jalan kota.

Di Jalan Mayor Ruslan, Pemkot Palembang juga mengidentifikasi kebutuhan pembangunan saluran drainase sepanjang sekitar 160 meter. Saluran tersebut nantinya akan diarahkan terhubung dengan saluran menuju muara Sungai Bendung.

Peninjauan juga dilakukan di Jalan A Rozak, tepatnya di sekitar kawasan Peninsula dan SMA Kumbang. Di lokasi tersebut ditemukan sumbatan akibat sedimentasi serta hambatan pada saluran menuju bagian hilir.

Isnaini mengatakan, kondisi saluran harus menjadi perhatian karena genangan tidak hanya dipengaruhi sedimentasi berupa lumpur dan pasir, tetapi juga tumpukan sampah yang dapat menghambat aliran air.

“Saluran air harus dibersihkan secara berkala. Persoalan genangan tidak hanya disebabkan sedimentasi berupa lumpur dan pasir, tetapi juga tumpukan sampah yang menghambat aliran air,” ujarnya.

Adapun 12 titik yang menjadi fokus peninjauan Pemkot Palembang meliputi kawasan Polda dan UIGM, Jalan Siti Fatimah, Jalan Bay Salim dan Mayor Ruslan, Jalan Siti Khadijah, Jalan Angkatan 45, Jalan Kapten A. Rivai, Kambang Iwak, kawasan Damri, Asrama Haji, Jalan H. Abdul Rozak, serta kawasan SMK Negeri 2 Palembang.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, pemerintah untuk sementara memusatkan penanganan pada 12 titik genangan yang berada di ruas jalan protokol.

“Kita fokus konsentrasi dulu pada 12 titik genangan air yang ada di jalan-jalan protokol, walaupun di samping itu ada 28 titik lainnya,” ujar Ratu Dewa.

Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama tim terkait segera memetakan langkah penanganan, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

Sejumlah persoalan infrastruktur masih menjadi kendala di lapangan. Di antaranya kondisi jalan nasional yang amblas, cross drain yang terputus, hingga penyempitan saluran drainase.

Untuk mengantisipasi genangan di sejumlah lokasi krusial, Pemkot Palembang juga akan menyiagakan pompa portabel. Pemerintah kota akan berkoordinasi dengan Balai Sungai dan Balai Jalan Nasional untuk menangani persoalan yang berada di luar kewenangan Pemkot Palembang.

Selain pembenahan infrastruktur, Ratu Dewa menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air.

Ia meminta camat dan lurah menggerakkan masyarakat untuk kembali menggalakkan gotong royong, terutama dalam membersihkan saluran dari sampah yang dapat menghambat aliran air.

“Masalah sampah ini tidak bisa hanya mengandalkan petugas PU saja. Saya minta camat dan lurah menggerakkan warga, gotong royong harus digalakkan agar saluran di 114 anak sungai bisa kita atasi bersama,” katanya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts