Kinerja BRI Makin Solid, DPK Tembus Rp1.580,7 Triliun dan CASA Naik Jadi 67,6 Persen

Writer: - Minggu, 13 September 2026
Layanan digital BRI melalui BRImo terus berkembang seiring meningkatnya transaksi dan penggunaan layanan perbankan digital oleh masyarakat. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.580,7 triliun hingga akhir Triwulan II 2026.

Capaian tersebut tumbuh 6,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.482,1 triliun.

Read More

Di periode yang sama, rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) BRI meningkat dari 65,5 persen menjadi 67,6 persen. Peningkatan tersebut memperkuat struktur pendanaan BRI yang ditopang dana murah.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menyampaikan hal itu dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, 31 Agustus 2026.

Turut hadir Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K., Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi serta Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.

Aquarius mengatakan, BRI terus memperluas layanan untuk menjawab kebutuhan transaksi nasabah yang semakin beragam.

“Salah satu fokus utama transformasi BRI adalah memperkuat funding franchise, khususnya dana murah atau CASA. Strategi kami dilakukan dengan memperkuat transaksi dan menjadikan BRI semakin relevan dalam aktivitas keuangan sehari-hari nasabah,” ujar Aquarius.

Hingga akhir Triwulan II 2026, pengguna aktif BRImo mencapai 22,3 juta. Platform digital tersebut mencatat 3,3 miliar transaksi finansial dengan volume transaksi mencapai Rp4.166 triliun.

Aktivitas transaksi digital tersebut mulai memberikan kontribusi terhadap funding dan revenue BRI.

Sementara melalui BRILink Agen, CASA meningkat 28,6 persen menjadi Rp30,7 triliun. Adapun fee income tumbuh 16,3 persen menjadi sekitar Rp915,7 miliar.

Layanan BRI juga terus diperluas bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Salah satunya melalui BRImo Taiwan yang diluncurkan pada 23 Agustus 2026.

Sejak soft launching pada 22 Maret 2026, BRImo Taiwan telah memiliki lebih dari 1.460 pengguna.

BRImo Taiwan menyediakan layanan mobile banking selama 24 jam, dengan sejumlah fitur seperti pengiriman uang ke Indonesia, transfer lokal, pembayaran QR dan kode billing MPN, pengecekan mutasi rekening hingga konversi valuta asing dari USD ke NTD.

Aquarius menegaskan, ke depan BRI akan terus mengintegrasikan BRImo, merchant, QRIS, BRILink Agen, payroll dan transaction banking untuk memperkuat posisi BRI sebagai primary transaction bank bagi seluruh segmen nasabah.

“Bagi kami digitalisasi bukan hanya mengenai jumlah user atau jumlah transaksi. Target akhirnya adalah mengubah transaksi menjadi relationship, relationship menjadi CASA, dan CASA menjadi sumber pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi BRI,” pungkas Aquarius.

Agustian: Transformasi Digital Perkuat Layanan hingga Daerah

Pimpinan Cabang BRI Kota Pagaralam Agustian Siburian mengatakan, penguatan layanan digital dan ekosistem transaksi BRI secara nasional turut memberikan dampak terhadap peningkatan kemudahan layanan bagi nasabah di daerah, termasuk Kota Pagaralam.

Menurut Agustian, perkembangan BRImo, QRIS dan BRILink membuat masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk melakukan transaksi perbankan tanpa harus selalu datang ke kantor bank.

“Transformasi digital yang dilakukan BRI tentunya semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan perbankan. Di Pagaralam, kami juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan digital BRI sehingga transaksi menjadi lebih mudah, cepat dan aman,” kata Agustian.

Ia menambahkan, penguatan dana murah atau CASA tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan bisnis perbankan, tetapi juga menunjukkan semakin aktifnya masyarakat menggunakan layanan transaksi BRI dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

“Semakin banyak aktivitas transaksi masyarakat yang menggunakan ekosistem BRI, tentu semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan nasabah. Kami di BRI Pagaralam akan terus mendukung perluasan ekosistem tersebut, baik melalui BRImo, QRIS maupun BRILink,” ujarnya.

Agustian mengatakan, BRI Pagaralam juga terus mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan layanan perbankan dan digitalisasi dalam mendukung aktivitas usaha mereka.

Langkah tersebut dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi yang praktis sekaligus mendukung pengembangan usaha di daerah.

Dengan penguatan ekosistem digital dan transaksi tersebut, BRI menargetkan semakin banyak aktivitas ekonomi masyarakat terhubung dalam ekosistem BRI, sehingga dapat memperkuat hubungan dengan nasabah sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts