Memancing di Sungai Lematang Muaraenim, Remaja 15 Tahun Terseret Arus Deras hingga Tenggelam

Writer: - Rabu, 9 September 2026
Tim SAR gabungan melakukan pencarian remaja 15 tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Lematang, Dusun I, Desa Kepur, Muaraenim, Rabu (9/9/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com — Fathan Mubarok, remaja berusia 15 tahun asal Pelita Sari, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, dilaporkan tenggelam di Sungai Lematang, Dusun I, Desa Kepur, Kabupaten Muaraenim, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Hingga Rabu (9/9/2026), keberadaan korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan pun terus melakukan pencarian dengan mengerahkan perahu hingga penyelaman di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban.

Read More

Kepala Kantor Basarnas Palembang Raymond Konstantin membenarkan adanya laporan seorang pelajar yang tenggelam di Sungai Lematang, Muaraenim.

“ Kami langsung terjunkan tim penyelamat dengan perlengkapan SAR lengkap dikerahkan ke lokasi kejadian,” ujar Raymond saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (9/9/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima Basarnas, kejadian bermula ketika korban bersama temannya, M Arafi, memancing di Sungai Lematang. Keduanya kemudian turun ke sungai hingga korban terseret arus.

“Korban hanyut terbawa arus deras. Teman korban sempat berupaya menolong dengan menarik tangan, tetapi karena kuatnya arus, pegangan tersebut terlepas hingga korban akhirnya tenggelam terbawa arus,” ungkap Raymond.

Setelah menerima laporan, Basarnas Palembang bersama unsur SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Pencarian melibatkan Basarnas, TNI, Polri, Damkar, BPBD, Pemerintah Desa serta masyarakat setempat.

Untuk mempercepat proses pencarian, tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 melakukan penyisiran di permukaan sungai menggunakan perahu karet dan perahu milik warga. Sementara SRU 2 melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian serta sejumlah titik yang diduga menjadi tempat korban berada.

“Kami terus berkoordinasi dengan semua elemen untuk memaksimalkan pencarian,” kata Raymond.

Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi arus Sungai Lematang dan titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts