Palembang, Sumselupdate.com – Operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang terganggu pada Minggu (6/9/2026).
Sebanyak 18 penerbangan dari dan menuju Palembang dibatalkan akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sementara itu, dua penerbangan lainnya mengalami keterlambatan akibat kabut asap yang menurunkan jarak pandang di sekitar bandara.
General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan gangguan operasional penerbangan dipengaruhi oleh dua faktor, yakni kabut asap dan sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Sebanyak dua penerbangan mengalami delay akibat kondisi kabut asap, sedangkan 18 penerbangan lainnya dibatalkan sebagai dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” kata Ahmad Syaugi Shahab.
Menurut Ahmad, kabut asap sempat menyebabkan jarak pandang di kawasan Bandara SMB II berada di bawah batas minimum operasional, yakni 500 meter. Kondisi tersebut berdampak terhadap jadwal keberangkatan sejumlah penerbangan pada Minggu pagi.
Dua penerbangan yang mengalami keterlambatan yakni Lion Air JT246 rute Palembang-Jakarta dan Super Air Jet IU302 rute Palembang-Jakarta.
Lion Air JT246 yang dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB baru lepas landas pada pukul 06.26 WIB atau mengalami keterlambatan selama 26 menit.
Sementara Super Air Jet IU302 yang dijadwalkan berangkat pukul 06.20 WIB baru meninggalkan Bandara SMB II pada pukul 06.42 WIB atau terlambat selama 22 menit.
Selain kabut asap, gangguan yang lebih besar terjadi akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 18 penerbangan dari dan menuju Palembang dibatalkan dengan pertimbangan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Untuk penerbangan keberangkatan dari Palembang, pembatalan meliputi Super Air Jet IU921 tujuan Jakarta pukul 06.00 WIB, SItours SI7296 tujuan Pekanbaru pukul 07.00 WIB, Pelita Air IP311 tujuan Jakarta pukul 08.45 WIB, dan Batik Air ID7054 tujuan Halim Perdanakusuma pukul 09.00 WIB.
Selanjutnya, Garuda Indonesia GA107 dan Citilink QG987 rute Palembang-Jakarta pukul 09.30 WIB, Super Air Jet IU923 pukul 10.20 WIB, Citilink QG985 pukul 11.35 WIB, Garuda Indonesia GA109 pukul 12.20 WIB, Pelita Air IP313 pukul 15.00 WIB, serta Garuda Indonesia GA113 pukul 15.45 WIB.
Sementara penerbangan kedatangan menuju Palembang yang terdampak pembatalan yakni Garuda Indonesia GA102 rute Jakarta-Palembang dengan jadwal tiba pukul 07.45 WIB, Pelita Air IP310 pukul 08.00 WIB, Super Air Jet IU922 pukul 09.40 WIB, Citilink QG984 pukul 09.55 WIB, Garuda Indonesia GA104 pukul 11.35 WIB, Pelita Air IP312 pukul 14.15 WIB, dan Garuda Indonesia GA108 pukul 15.00 WIB.
Ahmad menegaskan, keputusan pembatalan penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan. Sebaran abu vulkanik dapat berdampak terhadap keamanan dan operasional pesawat sehingga diperlukan langkah antisipatif.
Pihak Bandara Internasional SMB II Palembang terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran abu vulkanik.
“Perkembangan kondisi terus kami pantau. Jumlah penerbangan yang terdampak masih dapat berubah sesuai situasi dan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Ia mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Palembang untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing.
Penumpang juga diminta memperhatikan kemungkinan perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan sebagai dampak perkembangan kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Gangguan operasional Bandara SMB II Palembang tersebut menjadi salah satu dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sebaran abu vulkanik dan memengaruhi operasional penerbangan.
(**)










