Kathmandu, Sumselupdate.com – Sebanyak 934 orang yang terkait dengan 11 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Nepal belum dapat dihubungi setelah banjir dahsyat menerjang sejumlah wilayah negara tersebut.
Asosiasi Produsen Listrik Independen Nepal (Independent Power Producers’ Association, Nepal/IPPAN) mengatakan, ratusan orang tersebut belum diketahui keberadaannya sejak banjir menerjang pada Rabu (26/8/2026).
IPPAN pada Jumat (28/8) menyebutkan, sebanyak 730 orang yang terkait dengan enam proyek PLTA di Distrik Rasuwa hingga kini belum dapat dihubungi.
Sementara itu, 204 orang lainnya yang terkait dengan lima proyek PLTA di Distrik Nuwakot juga masih belum dapat dihubungi.
Banjir besar tersebut menyebabkan kerusakan parah terhadap sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air di kedua distrik tersebut.
Di tengah proses pencarian, jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di Nepal juga terus bertambah.
Otoritas Mitigasi dan Manajemen Risiko Bencana Nasional Nepal (National Disaster Risk Reduction and Management Authority) melaporkan sebanyak 579 jenazah telah ditemukan hingga Jumat malam waktu setempat.
Selain itu, sebanyak 1.924 orang masih belum dapat dihubungi.
Tim penyelamat dan berbagai pihak terkait terus melakukan pencarian terhadap warga yang hilang serta menangani dampak kerusakan akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah Nepal tersebut.
(**)











