Kabut Asap Karhutla Selimuti Pagaralam, Dinkes Bagikan Masker dan Waspadai ISPA

Writer: - Kamis, 27 Agustus 2026
Petugas Dinas Kesehatan Kota Pagaralam membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dinkes juga memperkuat edukasi, pemantauan kualitas udara dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk mencegah gangguan pernapasan. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Pagaralam, Sumselupdate.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menjadi perhatian serius di Kota Pagaralam. Selain mengganggu jarak pandang, paparan asap berpotensi berdampak terhadap kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Meski hingga Kamis (27/8/2026) belum ada laporan warga Pagaralam yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan kabut asap, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagaralam tidak mengendurkan kewaspadaan.

Read More

Berbagai langkah pencegahan dilakukan, mulai dari pembagian masker, edukasi kepada masyarakat, pemantauan kualitas udara hingga menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Dinkes Kota Pagaralam Ali Akbar Fitriansah, MM, mengatakan belum adanya laporan kasus ISPA akibat kabut asap bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan risiko kesehatan.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada laporan warga Kota Pagaralam yang terkena ISPA akibat kabut asap. Namun kita tetap melakukan langkah antisipasi karena paparan asap dalam waktu tertentu dapat mengganggu sistem pernapasan,” ujar Ali Akbar.

Petugas Dinas Kesehatan Kota Pagaralam membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dinkes juga memperkuat edukasi, pemantauan kualitas udara dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk mencegah gangguan pernapasan. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Menurutnya, Dinkes memilih melakukan pencegahan sejak dini dan tidak menunggu sampai muncul kasus kesehatan akibat paparan asap.

Jajaran puskesmas pun dikerahkan untuk turun langsung ke tengah masyarakat. Selain membagikan masker, petugas memberikan edukasi mengenai bahaya paparan polusi udara serta langkah perlindungan yang dapat dilakukan warga.

Salah satu kegiatan dilakukan tim Dinkes di kawasan Jam Gadang. Petugas membagikan masker kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi risiko terhirupnya partikel polutan dari asap Karhutla.

Langkah serupa dilakukan Puskesmas Gunung Dempo bersama tim yang dipimpin Dwi. Petugas melakukan sosialisasi mengenai bahaya kabut asap sekaligus membagikan masker kepada warga di wilayah kerja mereka.

UPTD Puskesmas Bumi Agung juga melakukan pembagian masker kepada masyarakat. Kegiatan tersebut disertai edukasi agar warga mengetahui tindakan yang perlu dilakukan ketika kondisi kabut asap memburuk.

Sementara itu, wilayah kerja Puskesmas Pengandonan melakukan pencegahan melalui media sosial promosi kesehatan, kegiatan GeRCAP, serta melibatkan Tim TGC dan Tim SKUDR.

Staf umum juga turun langsung membagikan masker dan memberikan penyuluhan secara individu kepada masyarakat.

Edukasi dan pembagian masker turut dilakukan Tim SKUDR Puskesmas Bandar di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bandar.

Dinkes Pantau Kualitas Udara

Selain membagikan masker, Dinkes Pagaralam memperkuat pemantauan kualitas udara di dalam ruangan.

Tenaga sanitasi lingkungan di masing-masing puskesmas melaksanakan SKUDR (Surveilans Kualitas Udara Dalam Ruang) dengan sasaran 30 rumah tangga pada setiap puskesmas.

“Teman-teman tenaga sanitasi lingkungan puskesmas saat ini melaksanakan SKUDR, dengan masing-masing puskesmas melakukan surveilans pada 30 rumah tangga. Ini bagian dari upaya kita mengetahui kondisi kualitas udara sekaligus memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat,” katanya.

Upaya pencegahan juga dilakukan UPTD Puskesmas Sidorejo melalui Tim Kesehatan Lingkungan dengan membagikan masker kepada masyarakat di wilayah kerja mereka.

Sedangkan UPTD Puskesmas Pengaringan turut melaksanakan pembagian masker sebagai bagian dari langkah perlindungan masyarakat menghadapi kondisi kabut asap.

Ali Akbar menegaskan, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama terhadap kelompok masyarakat yang lebih rentan terdampak polusi udara.

Kelompok tersebut antara lain bayi, balita, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil serta masyarakat yang memiliki penyakit jantung dan asma.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Jika kondisi kabut asap semakin pekat, warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Selain itu, jendela dan ventilasi rumah disarankan ditutup apabila asap mulai masuk ke dalam rumah.

Puskesmas dan Rumah Sakit Disiagakan

Dinkes Pagaralam memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap disiagakan untuk merespons masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat kondisi udara.

Warga diminta tidak mengabaikan gejala seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya.

“Kalau masyarakat mengalami gangguan pernapasan, batuk atau sesak napas, jangan diabaikan. Segera manfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan agar bisa mendapatkan pemeriksaan dan penanganan,” tegas Ali Akbar.

Menurut Dinkes, belum adanya laporan ISPA yang berkaitan dengan kabut asap saat ini justru menjadi kesempatan untuk memperkuat upaya pencegahan.

Dengan pembagian masker, edukasi, pemantauan kualitas udara dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, Dinkes berharap dampak kabut asap Karhutla terhadap kesehatan masyarakat Pagaralam dapat ditekan.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah agar ancaman kabut asap tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih serius.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts