Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Makam Pahlawan (TMP) Palembang, Minggu (16/8/2026) malam.
Kegiatan berlangsung khidmat tepat pada pukul 00.00 WIB, Senin (17/8/2026). Apel diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan yang gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam prosesi tersebut, Sandi menyalakan obor sebagai simbol penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan.
Dalam amanatnya, Sandi menyampaikan bahwa para pahlawan yang dimakamkan di TMP Palembang terdiri dari 1.470 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), 77 anggota Kepolisian, 32 Pegawai Sipil, 150 Pejuang Rakyat, serta 43 Pahlawan Tak Dikenal.
“Kami yang hadir pada malam hari ini pukul 00.00 WIB untuk memperingati dan mengenang jasa-jasa para pahlawan,” ujar Sandi.
Ia mengatakan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan harus menjadi teladan bagi generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan.
“Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan sebagai pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagiaan negara dan bangsa,” katanya.
Dalam suasana hening, Sandi juga menyampaikan ikrar untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula. Dan jalan kebaktian yang saudara tempuh, jalan bagi kami juga. Kami berdoa semoga arwah diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.
Apel Kehormatan dan Renungan Suci tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sumatera Selatan.
Kehadiran Herman Deru, Cik Ujang, serta jajaran Forkopimda juga menjadi bentuk penghormatan terhadap para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
Momentum renungan suci tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa agar semangat perjuangan para pahlawan terus diwariskan dan diwujudkan melalui pengabdian serta karya nyata bagi negara dan masyarakat.
(**)







