Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang membentuk tim siaga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh 18 kecamatan sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau 2026.
Tiga kecamatan yakni Kertapati, Ilir Barat I, dan Alang-alang Lebar menjadi prioritas pengawasan karena memiliki potensi karhutla yang tinggi.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, pembentukan tim tersebut bertujuan memastikan potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah serta ditangani sejak dini, khususnya di wilayah yang selama ini menjadi langganan karhutla.
“Tim yang dibentuk ini bertugas mencegah karhutla di wilayah masing-masing,” ujar Ratu Dewa.
Ia menjelaskan, tim siaga terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta para camat di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Selain melakukan patroli dan pemantauan, tim juga bertugas mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Ratu Dewa mengaku telah menginstruksikan seluruh camat untuk meningkatkan koordinasi dengan BPBD Kota Palembang dalam memantau perkembangan titik api di wilayah masing-masing.
“Saya sudah memberikan warning kepada para camat untuk berkoordinasi dengan BPBD Kota Palembang. Jangan sampai ada peningkatan titik api di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Menurutnya, terdapat tiga kecamatan yang menjadi perhatian khusus karena setiap tahun memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi, yakni Kecamatan Kertapati, Ilir Barat I, dan Alang-alang Lebar.
Ketiga wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Banyuasin yang masih memiliki kawasan lahan gambut dan vegetasi cukup luas sehingga berpotensi memicu penyebaran api saat musim kemarau.
Karena itu, Pemkot Palembang akan memperkuat patroli lapangan, pemantauan titik api, serta koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan agar tidak meluas.
Ratu Dewa juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar karena dapat memicu munculnya titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.
Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan lahan kering yang mudah terbakar selama musim kemarau.
“Masyarakat juga diminta jangan membuang puntung rokok di lahan kering yang mudah terbakar saat musim kemarau panjang,” pungkasnya.
(**)











