Malang, Sumselupdate.com – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong Kota Malang memperkuat kerja sama internasional melalui skema Sister City sebagai upaya membuka lebih banyak peluang di bidang pendidikan, pariwisata, budaya, hingga ekonomi kreatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Anggota BKSAP DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mengatakan Kota Malang memiliki modal besar untuk memperluas jejaring internasional.
Selain dikenal sebagai kota pendidikan, Malang juga memiliki kekuatan budaya, destinasi wisata, serta produk unggulan yang dapat dipromosikan melalui diplomasi daerah.
“Kami Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP DPR RI) sedang bergerak ke daerah Kota Malang. Kita ingin mencoba hubungan yang cukup positif, membangun Kota Malang dalam Sister City dan lain sebagainya,” ujar Habib Aboe Bakar Alhabsyi usai mengikuti Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI di Kantor Wali Kota Malang, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, Rabu (8/7/2026).
Dikatakan, diplomasi yang dibangun tidak hanya menjadi hubungan antarpemerintah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mulai dari pertukaran pelajar, pengembangan sektor wisata, promosi budaya, hingga peningkatan investasi.
“Kota Malang bukan hanya punya kekuatan di pendidikan, tetapi juga kekuatan di budaya. Dia juga bisa menjadi diplomasi wisata, diplomasi pendidikan, dan diplomasi lainnya yang punya kualitas baik,” jelasnya.
Politisi Fraksi Partai PKS ini menjelaskan, BKSAP DPR RI terus mendorong sinergi antara parlemen dengan pemerintah daerah agar berbagai potensi yang dimiliki daerah dapat dikenal lebih luas melalui kerja sama internasional.
Dia mencontohkan, Kota Malang telah menjalin hubungan Sister City dengan sejumlah kota di luar negeri, termasuk Jepang.
Hubungan tersebut dinilai dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan program yang lebih produktif dan menyentuh kepentingan masyarakat.
“Kita hari ini berperan melalui diplomasi DPR RI untuk pembangunan Kota Malang, melalui sinergi dan kolaborasi. BKSAP DPR RI punya program-program membangun hubungan diplomasi Sister City ke seluruh daerah dengan kota-kota di negara lain,” jelasnya.
Selain memiliki destinasi wisata yang menjadi salah satu daya tarik utama di Jawa Timur, Malang juga dikenal sebagai kota pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi ternama yang selama ini menarik minat mahasiswa dari berbagai daerah maupun mancanegara.
“Kita tahu juga banyak negara asing yang mengambil sekolah di Kota Malang. Artinya hubungan kolaborasi pendidikan dengan Sister City juga banyak, termasuk dari China dan beberapa negara lainnya,” katanya.
Habib juga mendorong agar produk unggulan daerah dijadikan bagian dari diplomasi ekonomi.
Salah satu contoh adalah apel Malang yang selama ini menjadi identitas daerah.
“Produktivitas Kota Malang itu buah apel yang terkenal. Dengan negara Jepang, kita harus bikin menjadi contoh hubungan Sister City yang kuat antara apel Malang dengan apel Fuji dari Jepang. Itu contoh yang terbaik,” tuturnya.
Setiap kepala daerah perlu terus menghadirkan inovasi agar potensi lokal mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kepada setiap wali kota atau bupati harus menciptakan kreatif, inovatif, aktif berkarya untuk membangkitkan semangat rakyatnya dan kotanya,” jelasnya.
Legislator Dapil Kalimantan Selatan ini menambahkan, kota yang telah memiliki sejarah panjang seperti Malang harus terus berkembang menjadi daerah yang semakin maju, berbudaya.
Selain itu juga mampu menarik perhatian dunia melalui pendidikan, pariwisata, budaya, serta kekayaan alam yang dimiliki.
“Semakin tua sebuah kota, harus semakin beradab dari segi pendidikan, wisata, budaya, hasil-hasil alam yang ada di kota tersebut. Bisa jadi kota yang makmur, berkah, dan menjadi perhatian mata dunia,” katanya.
Habib menilai sebuah kota akan semakin hidup apabila memiliki kalender kegiatan yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Sebuah kota akan menjadi hidup kalau punya event-event yang kuat. Contoh, Run Kota Malang setiap tahun, tingkat internasional. Atau kita bikin event sepeda, event lari, event jazz atau apa pun namanya. Event-event inilah yang akan membangkitkan diplomasi wisata,” ujar Habib Aboe.
Legislator Dapil Kalimantan Selatan ini menjelaskan, penyelenggaraan event internasional dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia. Kehadiran wisatawan akan memberikan dampak langsung terhadap pelaku usaha lokal, mulai dari sektor kuliner, perhotelan, transportasi, ekonomi kreatif, hingga UMKM.
Habib menambahkan, Kota Malang memiliki modal sejarah, budaya, dan identitas yang kuat untuk dikembangkan sebagai kota tujuan wisata internasional. Salah satunya tercermin dari kawasan Balai Kota Malang yang memiliki nilai historis tinggi.
Menurutnya, kekuatan sejarah dan budaya tersebut perlu dikemas melalui berbagai kegiatan kreatif agar mampu meningkatkan daya saing daerah.
Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah destinasi yang dikenal dunia karena memiliki agenda rutin yang mampu menarik perhatian publik internasional.
Ditambahkan, BKSAP DPR RI memiliki peran untuk membangun diplomasi antarkota maupun antarnegara melalui kerja sama yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Peran Badan Kerja Sama Antar Parlemen membangkitkan semangat diplomasi antarkota, antarnegara, yang membangkitkan hubungan, memperkuat ekonomi, dan lain-lain,” jelasnya.
Dia pun mengajak seluruh kepala daerah untuk terus melahirkan inovasi yang dapat membangkitkan kebanggaan masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik daerah di tingkat global.
“Setiap wali kota atau bupati harus menciptakan karya-karya yang kreatif, inovatif, dan aktif untuk membangkitkan semangat rakyatnya dan kotanya. Semakin tua sebuah kota, harus semakin beradab dari segi pendidikan, wisata, budaya, maupun hasil-hasil alamnya. Dengan begitu, kota tersebut bisa menjadi kota yang makmur, berkah, dan menjadi perhatian mata dunia,” tegas Habib.
(**)











