Inderalaya, Sumselupdate.com – Seorang pemuda bernama Wili (20), warga Desa Seri Dalam, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dilaporkan hilang setelah tenggelam di anak Sungai Ogan, tepatnya di Sungai Pinang, Desa Sungai Pinang I, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (28/6/2026) petang.
Hingga Senin (29/6/2026), Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Palembang, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat setempat masih melakukan pencarian terhadap korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 WIB saat korban bersama tiga rekannya duduk di tepi sungai sambil menyaksikan warga memancing.
Tak lama kemudian, keempatnya sepakat berenang menyeberangi sungai dari Desa Seri Dalam menuju Desa Sungai Pinang I. Setelah tiba di seberang, mereka beristirahat dan bermain di sekitar lokasi hingga sekitar pukul 17.30 WIB.
Sekitar pukul 18.00 WIB, mereka kembali berenang menyeberangi sungai menuju Desa Seri Dalam. Namun saat berada di tengah sungai, korban diduga kelelahan dan kehabisan tenaga sehingga meminta pertolongan kepada teman-temannya.
Ketiga rekan korban sempat berusaha memberikan bantuan. Namun derasnya arus sungai membuat mereka juga kesulitan berenang sehingga korban akhirnya tenggelam dan hilang.
Kepala Basarnas Palembang, Raymond Konstantin, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada Minggu malam sekitar pukul 21.10 WIB. Usai menerima laporan, satu tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
“Memasuki hari kedua, pencarian dilakukan dengan metode penyisiran secara visual di atas permukaan air menggunakan perahu karet milik Basarnas dan perahu masyarakat. Luas area pencarian mencapai sekitar 10 kilometer persegi,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Untuk mempercepat proses pencarian, Tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan penyisiran ke arah barat laut dengan cakupan area sekitar 6 kilometer persegi, sedangkan SRU 2 menyisir ke arah barat daya dengan area sekitar 4 kilometer persegi.
Selain melakukan penyisiran di sungai, petugas juga menyebarkan informasi kepada masyarakat yang berada di sepanjang bantaran sungai agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Raymond mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan, terutama ketika berenang atau menyeberangi sungai yang memiliki arus deras.
“Pastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, gunakan alat keselamatan apabila tersedia, dan hindari beraktivitas di sungai ketika arus sedang tinggi atau membahayakan,” pungkasnya.
(**)











