Palembang, Sumselupdate.com – Upaya memperkenalkan budaya dan kuliner khas Palembang ke tingkat internasional pernah dilakukan AIESEC in Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui kolaborasi dengan Pempek Mama Musi dalam program Incoming Global Volunteer (IGV).
Kegiatan yang berlangsung pada 7 Agustus 2025 itu menghadirkan sejumlah Exchange Participants (EP) atau peserta pertukaran dari berbagai negara untuk mengenal lebih dekat proses pembuatan pempek, salah satu kuliner khas Sumatera Selatan yang telah menjadi ikon Kota Palembang.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta internasional tidak hanya diperkenalkan dengan sejarah dan filosofi pempek, tetapi juga diajak mengikuti kelas memasak (cooking class) secara langsung bersama tim Pempek Mama Musi.
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai bahan baku, teknik pembuatan adonan, hingga cara membentuk berbagai jenis pempek yang populer di masyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif karena peserta diberikan kesempatan berkreasi membuat pempek dengan bentuk sesuai kreativitas masing-masing.
Perwakilan Pempek Mama Musi saat itu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana efektif untuk memperkenalkan kuliner tradisional Palembang kepada masyarakat internasional.
Melalui pengalaman langsung membuat dan mencicipi pempek, para peserta diharapkan dapat membawa cerita mengenai kekayaan kuliner Indonesia ke negara asal mereka.
Selain mengikuti kelas memasak, para peserta juga diajak meninjau langsung proses produksi di dapur utama Pempek Mama Musi.
Mereka diperlihatkan tahapan pembuatan pempek, proses pengolahan bahan, hingga teknik pengemasan produk yang dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Palembang.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke pusat oleh-oleh Pempek Mama Musi untuk mengenal beragam produk kuliner khas Sumatera Selatan yang tersedia bagi wisatawan.
Salah satu panitia dari AIESEC in Unsri, Suci Ayuning Rahmawati, menilai kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam memperkuat komunikasi lintas budaya sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda untuk lebih bangga terhadap warisan budaya lokal.
Menurutnya, interaksi langsung dengan peserta mancanegara memberikan ruang bagi anak muda Indonesia untuk memperkenalkan identitas daerahnya sekaligus belajar memahami budaya dari negara lain.
Program tersebut menjadi salah satu contoh kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pelaku usaha lokal dalam mempromosikan budaya daerah melalui pendekatan yang edukatif dan berkelanjutan.
Meski telah berlangsung hampir setahun lalu, kegiatan itu masih menjadi contoh bagaimana kuliner tradisional dapat berperan sebagai media diplomasi budaya yang efektif dalam memperkenalkan Palembang dan Sumatera Selatan kepada masyarakat dunia.
(**)











