Investor Asing Kabur Rp53 Triliun dari Bursa, IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.127

Writer: - Sabtu, 30 Mei 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan posisinya dan terpaksa parkir di zona merah pada penutupan pekan ini dengan investor asing telah kabur Rp53 triliun dari pasar saham sepanjang tahun ini. Foto Suara.com

Jakarta, Sumselupdate.com – Pasar modal Indonesia kembali mengalami tekanan pada akhir pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah setelah mencatat pelemahan selama sepekan perdagangan, di tengah derasnya arus keluar dana investor asing dari pasar saham domestik.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (30/5/2026), IHSG turun 0,56 persen menjadi 6.127,381 dari posisi pekan sebelumnya yang berada di level 6.162,045.

Read More

Pelemahan indeks tersebut mencerminkan masih tingginya tekanan jual di pasar, terutama akibat aksi divestasi yang dilakukan investor asing sepanjang tahun berjalan.

Data BEI menunjukkan, pada perdagangan terakhir pekan ini investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp8,519 triliun. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun 2026, total dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia telah mencapai Rp53,971 triliun.

Arus keluar modal asing tersebut turut memengaruhi aktivitas perdagangan di bursa. Rata-rata frekuensi transaksi harian tercatat turun 10,87 persen menjadi 2,11 juta kali transaksi, dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 2,37 juta kali transaksi.

Tidak hanya itu, rata-rata volume transaksi harian juga mengalami penurunan cukup tajam sebesar 15,60 persen. Volume perdagangan menyusut menjadi 30,95 miliar lembar saham dari sebelumnya 36,67 miliar lembar saham.

Kondisi tersebut menunjukkan berkurangnya aktivitas investor di pasar saham, sekaligus mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi global maupun domestik.

Meski demikian, terdapat beberapa indikator yang masih menunjukkan pergerakan positif. Rata-rata nilai transaksi harian justru meningkat 30,37 persen menjadi Rp28,38 triliun dibandingkan pekan sebelumnya.

Selain itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga tercatat naik tipis sebesar 0,88 persen menjadi Rp10.729 triliun.

Namun, sejumlah analis menilai kenaikan nilai transaksi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan membaiknya sentimen pasar. Lonjakan nilai transaksi lebih banyak dipicu oleh tingginya aktivitas jual beli di tengah tekanan pasar dan aksi pelepasan saham oleh investor.

Pelaku pasar kini mencermati berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan, mulai dari kebijakan suku bunga global, kondisi ekonomi dunia, hingga perkembangan ekonomi nasional.

Jika arus keluar modal asing masih berlanjut, pasar saham Indonesia diperkirakan akan tetap menghadapi tekanan. Meski demikian, sejumlah investor tetap berharap adanya sentimen positif yang dapat mengembalikan kepercayaan pasar dan mendorong penguatan IHSG pada periode berikutnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts