Oslo, Sumselupdate.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut telah mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk menguasai Greenland. Pernyataan itu disampaikan Duta Besar AS untuk Denmark, Ken Howery, saat pembukaan gedung konsulat baru AS di Nuuk, ibu kota Greenland, Kamis (21/5/2026).
Menanggapi pertanyaan dari lembaga penyiaran Greenland, KNR, terkait sikap AS terhadap Greenland, Howery menegaskan masa depan wilayah tersebut sepenuhnya menjadi hak masyarakat Greenland.
“Presiden telah mengesampingkan penggunaan kekuatan. Masa depan Greenland merupakan sesuatu yang harus diputuskan oleh masyarakat Greenland sendiri,” ujar Howery.
Sebelumnya, Trump sempat menolak mengesampingkan kemungkinan penggunaan tindakan militer untuk menguasai Greenland, wilayah otonom yang berada dalam lingkup Kerajaan Denmark.
Pada Kamis, AS secara resmi membuka bangunan baru yang lebih luas untuk konsulatnya di pusat Kota Nuuk. Namun, pembukaan tersebut berlangsung di tengah ketegangan hubungan antara Greenland dan AS.
Menurut laporan KNR, tidak ada anggota pemerintah Greenland yang menghadiri upacara peresmian tersebut.
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen sebelumnya telah mengumumkan dirinya tidak akan hadir dalam acara tersebut. Penolakan serupa juga datang dari Naaja H. Nathanielsen, perwakilan Greenland di parlemen Denmark.
Selain itu, pemerintah Denmark juga tidak mengirimkan pejabat dalam pembukaan konsulat baru AS tersebut.
(**)











