Jakarta, Sumselupdate.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memanggil pulang dua aparatur sipil negara (ASN) yang sedang menjalani tugas belajar di luar negeri karena diduga terlibat kasus suap dan pelanggaran etik.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan salah satu ASN dipanggil dari Jepang terkait dugaan kasus suap, sedangkan satu ASN lainnya dipanggil dari London, Inggris, karena diduga menghina program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“ASN itu ada kode etiknya. ASN itu dikasih makan oleh masyarakat. Masyarakat itu berbagai macam kategori, ada yang mampu dan ada yang tidak mampu. Kalau ada perilaku seperti itu, saya pikir akan melukai hati masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah,” kata Dody di Wonosobo, Jumat (15/5/2026), sebagaimana dilansir Antara.
Menurut dia, perilaku tersebut tidak dapat dibenarkan karena ASN merupakan pelayan masyarakat yang dibiayai negara melalui pajak rakyat. Oleh sebab itu, setiap aparatur diminta menjaga etika dan perilaku, baik saat bertugas di dalam maupun luar negeri.
Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas pendidikan dan beasiswa yang diterima ASN juga berasal dari anggaran negara sehingga harus dipertanggungjawabkan dengan sikap profesional dan etis.
“Kedua ASN tersebut juga dibiayai oleh negara, sehingga harus menjaga etika dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.
Dody juga menginstruksikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU untuk memberikan pengarahan kepada seluruh penerima beasiswa di lingkungan kementerian terkait pentingnya menjaga perilaku dan etika sebagai ASN.
“Saya minta kepada Kepala SDM Pak Bisma untuk men-zoom seluruh penerima beasiswa dari Kementerian PU supaya perilakunya diatur. ASN itu diatur oleh PP (Peraturan Pemerintah). Tolong jangan sampai kita sebagai ASN lupa bahwa sebetulnya kita ini pelayan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa setiap pegawai yang memilih menjadi ASN harus siap menaati aturan serta menjaga nama baik institusi di mana pun berada.
(**)











