Teheran, Sumselupdate.com – Pemerintah Iran menuding Uni Emirat Arab (UEA) terlibat dalam mendukung pihak-pihak yang dianggap sebagai agresor terhadap Iran, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa sikap UEA tersebut tidak hanya merugikan Iran, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas dan solidaritas antarnegara di kawasan.
“Tindakan tersebut menimbulkan banyak masalah, tidak hanya bagi Iran tetapi juga bagi keamanan kawasan,” ujarnya dalam konferensi pers.
Baghaei juga menekankan bahwa perkembangan dalam beberapa pekan terakhir seharusnya menjadi pelajaran penting bagi negara-negara di Timur Tengah untuk menjaga stabilitas kawasan.
Selain isu politik dan keamanan, Iran turut menyoroti keputusan UEA yang menarik diri dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Menurut Baghaei, langkah tersebut bukan tindakan yang konstruktif.
Ia bahkan menyebut keputusan tersebut sebagai reaksi negatif yang dapat berdampak terhadap hubungan antarnegara anggota dan dinamika energi kawasan.
Sebagaimana diketahui, UEA resmi keluar dari OPEC dan aliansi OPEC+ mulai 1 Mei 2026 setelah puluhan tahun menjadi anggota. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi nasional untuk lebih fleksibel dalam menentukan kebijakan produksi energi.
Langkah tersebut dinilai menjadi pukulan bagi OPEC yang selama ini berperan dalam mengatur pasokan minyak global, terlebih di tengah krisis energi akibat konflik kawasan.
Hingga kini, ketegangan antara Iran dan sejumlah negara di kawasan terus menjadi sorotan, terutama karena berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik dan pasar energi global.
(**)











