Washington, Sumselupdate.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan via media sosial pada Sabtu (25/4) bahwa dirinya baru saja membatalkan perjalanan delegasi AS ke Islamabad, Pakistan, untuk bertemu dengan pihak Iran.
“Terlalu banyak waktu terbuang untuk bepergian, terlalu banyak pekerjaan! Selain itu, ada konflik internal dan kebingungan yang luar biasa di dalam ‘jajaran kepemimpinan’ mereka. Tidak ada yang tahu siapa yang memegang kendali, termasuk mereka sendiri,” kata Trump dalam unggahannya di Truth Social.
Presiden AS itu juga mengklaim bahwa “kita memegang kendali penuh, sedangkan mereka tidak sama sekali.” Dia menambahkan bahwa “jika mereka ingin bicara, mereka hanya perlu menelepon.”
Sebelumnya pada Sabtu, Trump mengatakan kepada Fox News dia telah membatalkan rencana perjalanan menantunya, Jared Kushner, dan utusan khusus Steve Witkoff ke Pakistan.
Baca Juga: Sambangi Pakistan, Media Iran Sebut Abbas Araghchi Ogah Berunding dengan Pejabat AS
Dalam wawancara tersebut, Trump mengklaim tidak ada gunanya delegasi AS melakukan penerbangan 18 jam ke Pakistan ketika AS memegang kendali penuh dalam konflik dengan Iran.
“Kita memegang kendali penuh. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi kami tidak akan lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk-duduk dan membicarakan hal-hal tidak penting,” kata Trump.
Witkoff dan Kushner seharusnya berangkat ke Pakistan akhir pekan ini untuk mengikuti putaran kedua negosiasi AS-Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi telah menyelesaikan pembicaraan dengan jajaran pemimpin Pakistan dan meninggalkan Islamabad, kata sumber Pakistan kepada Xinhua pada Sabtu.
Baca Juga: Iran Mulai Tarik Biaya Transit Selat Hormuz, Rusia Masuk Daftar Pengecualian
“Kunjungan yang sangat bermanfaat ke Pakistan, yang posisi netral dan upaya persaudaraannya untuk mengembalikan perdamaian ke kawasan kami sangat kami hargai,” kata Araghchi dalam unggahannya di platform media sosial X. “Membagikan posisi Iran mengenai kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk mengakhiri perang di Iran secara permanen.”
“Kita masih harus melihat apakah AS benar-benar serius soal diplomasi,” tambah menteri luar negeri itu.
Pemerintah distrik Islamabad pada Sabtu mengizinkan semua jenis transportasi umum dan barang untuk memasuki ibu kota federal setelah melonggarkan langkah-langkah keamanan yang sebelumnya diperketat pekan ini di tengah ekspektasi terkait putaran kedua pembicaraan perdamaian Iran-AS.(xn)











