Mahasiswa Indonesia di PPI Dunia Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Palestina dan Suriah di Yordania

Writer: - Jumat, 27 Maret 2026
Relawan PPI Dunia menyalurkan bantuan heater dan pakaian musim dingin kepada pengungsi Palestina di Camp Marka, Yordania. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Amman, Sumselupdate.com – Pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPI Dunia menjalankan program kemanusiaan bertajuk “Ruang Harapan” bagi pengungsi Palestina dan Suriah di Yordania.

Program yang diinisiasi Direktorat Pergerakan dan Pengabdian Masyarakat PPI Dunia ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan di tengah keterbatasan hidup di kamp pengungsian.

Read More

Aksi pertama dilaksanakan pada 26 Februari 2026 di Camp Marka, salah satu kamp pengungsi Palestina. Dalam kegiatan tersebut, relawan menyalurkan 100 unit penghangat ruangan (heater) serta 983 potong pakaian musim dingin bagi keluarga pengungsi.

Penyaluran heater menjadi fokus utama bantuan tahun ini karena dinilai lebih berkelanjutan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pengungsi menghadapi suhu dingin ekstrem, terutama pada malam hari.

Koordinator PPI Dunia, Andika Ibrahim Nasution, mengatakan keterlibatan mahasiswa Indonesia dalam program ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus upaya meningkatkan kesadaran global.

Relawan PPI Dunia menyalurkan bantuan heater dan pakaian musim dingin kepada pengungsi Palestina di Camp Marka, Yordania. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

“Bantuan yang kami berikan tentu tidak akan menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi para pengungsi. Namun kami berharap kehadiran mahasiswa Indonesia dapat meringankan sebagian beban mereka,” ujarnya.

Aksi kedua dilaksanakan pada 28 Februari 2026 di kamp pengungsi Palestina di wilayah Yordania. Dalam kegiatan ini, relawan membagikan paket hygiene kit yang berisi kebutuhan kebersihan seperti sikat gigi, sabun, sampo, pembalut, dan deterjen.

Selain itu, relawan juga berinteraksi dan bermain bersama anak-anak pengungsi, serta membagikan 150 paket berbuka puasa bagi warga yang menjalankan ibadah Ramadan.

Ketua Panitia Program Ruang Harapan, Muhammad Ridwan Abdullah, mengatakan kegiatan ini tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga menghadirkan interaksi sosial yang lebih manusiawi.

“Kami tidak hanya memberi, tetapi juga hadir, mendengar cerita mereka, dan berbagi waktu bersama,” jelasnya.

Aksi ketiga dilaksanakan pada 12 Maret 2026 di Camp Jaoufah yang dihuni pengungsi Suriah. Relawan melakukan kerja bakti membersihkan fasilitas sanitasi, khususnya toilet di area masjid dan sekolah.

Selain itu, relawan juga memberikan peralatan kebersihan agar fasilitas tersebut dapat dirawat secara mandiri oleh warga kamp. Kegiatan tersebut ditutup dengan buka puasa bersama sekitar 100 pengungsi.

Direktur Pergerakan dan Pengabdian Masyarakat PPI Dunia, Zulfikar Dwiputra, menegaskan program ini merupakan upaya berkelanjutan untuk mendorong keterlibatan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan.

“Kami ingin menjaga agar perhatian terhadap krisis kemanusiaan tetap hidup. Semakin banyak pihak yang peduli, dampaknya tentu akan lebih besar,” ujarnya.

Sebagai penutup rangkaian program, PPI Dunia juga merencanakan aksi lanjutan berupa pemasangan kaki palsu bagi penyintas yang kehilangan anggota tubuh akibat konflik. Saat ini, proses pembuatan masih berlangsung dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima.

Melalui program “Ruang Harapan”, PPI Dunia menegaskan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat melampaui batas negara dan latar belakang, serta menjadi wujud nyata kepedulian di tengah situasi yang sulit.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts