IRCS Bongkar Dampak Serangan AS-Israel, Rumah dan Sekolah Jadi Sasaran

Writer: - Jumat, 20 Maret 2026
Warga menyingkirkan puing-puing di antara beberapa bangunan yang hancur di sebuah area permukiman di Teheran, Iran, pada 15 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)

Teheran, Sumselupdate.com – Sebanyak 46.370 unit sipil terdampak sejak serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Dari jumlah tersebut, sekitar 39.000 unit merupakan bangunan hunian, sementara 6.851 unit lainnya adalah fasilitas komersial, kata Razieh Alishavandi, direktur urusan internasional Iranian Red Crescent Society (IRCS), dalam wawancara dengan Xinhua.

Read More

Selain itu, serangan juga berdampak pada fasilitas publik, termasuk sekitar 236 pusat layanan farmasi, kesehatan, dan darurat, serta 120 sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.

Alishavandi mengungkapkan bahwa 17 pusat IRCS mengalami kerusakan, satu helikopter penyelamat hancur total, serta 35 kendaraan operasional seperti ambulans dan kendaraan penyelamatan turut terdampak.

Dari sisi korban, sebanyak 10 staf IRCS mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia. Sementara itu, serangan terhadap sektor pendidikan menyebabkan 206 orang tewas dan 154 lainnya luka-luka. Di sektor kesehatan, tercatat 16 tenaga medis tewas dan 96 lainnya mengalami cedera.

IRCS, lanjut Alishavandi, setiap hari mendokumentasikan dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional yang dilakukan dalam konflik tersebut dan melaporkannya kepada organisasi internasional.

“Dalam konflik bersenjata, warga sipil seperti anak-anak, pelajar, dan lansia, serta objek sipil seperti rumah dan sekolah, tidak boleh menjadi sasaran serangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, IRCS membuka diri terhadap bantuan kemanusiaan internasional, terutama untuk kebutuhan obat-obatan dan peralatan medis yang masih terbatas, termasuk bagi pasien kanker dan penyakit langka.

Meski demikian, ia memastikan apotek-apotek IRCS tetap beroperasi 24 jam dan sejauh ini belum ada laporan pasien yang tidak mendapatkan layanan atau obat-obatan.

Untuk dukungan kesehatan mental, IRCS juga telah membuka layanan hotline 4030 guna memberikan bantuan psikologis kepada masyarakat terdampak.

Diketahui, pada 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer dan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta aset dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts