Palembang, Sumselupdate.com – Keamanan dan kualitas makanan di lingkungan asrama menjadi perhatian serius dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Asrama Universitas Muhammadiyah (UM) Ahmad Dahlan Palembang pada Februari 2026.
Kegiatan bertajuk ‘Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pramusaji Makanan dalam Penerapan Higiene Sanitasi dan Pengelolaan Gizi Seimbang’ ini menyasar seluruh pramusaji dapur asrama sebagai peserta utama.
Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan, Universitas Muhammadiyah (UM) Ahmad Dahlan Palembang yang diketuai Dini Triwahyuni, SGz., MPH dengan anggota, Renjani Indirah menilai bahwa penyelenggaraan makanan di lingkungan hunian mahasiswa memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga standar higiene sanitasi serta keseimbangan gizi menu harian.
Setiap tahapan pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan mentah, proses persiapan, pengolahan, hingga penyajian, berpotensi menjadi titik risiko apabila tidak dilakukan sesuai standar keamanan pangan.
Berdasarkan hasil observasi awal, masih ditemukan praktik kebersihan personal dan pengelolaan peralatan yang belum optimal.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain prosedur pembersihan alat, penyimpanan peralatan, pengendalian suhu makanan, serta pencegahan kontaminasi silang.
Selain aspek keamanan pangan, penyusunan menu juga menjadi fokus evaluasi. Menu dan porsi yang disajikan dinilai belum sepenuhnya mempertimbangkan kebutuhan gizi penghuni asrama yang mayoritas berusia dewasa.
Keseimbangan antara sumber karbohidrat, protein, sayuran, serta ukuran porsi belum memiliki standar baku yang terukur.
Sebagai bentuk intervensi, tim pelaksana memberikan edukasi kesehatan melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta pembagian media edukasi berupa leaflet dan poster.
Materi yang diberikan mencakup prinsip higiene sanitasi pangan, teknik penjamahan makanan yang aman, pencegahan kontaminasi silang, pengendalian suhu, serta penyusunan menu berdasarkan prinsip gizi seimbang.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta. Setelah sesi penyuluhan dan diskusi, peserta mengikuti post-test guna mengetahui peningkatan pengetahuan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pramusaji terhadap praktik higiene sanitasi dan pengelolaan gizi seimbang.
Selain edukasi, tim juga memberikan dukungan sarana berupa celemek, kain lap, serta sabun cuci tangan botol pompa sebagai upaya mendorong penerapan praktik kebersihan secara berkelanjutan di dapur asrama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi perubahan perilaku kerja pramusaji menuju standar yang lebih higienis, aman, dan sesuai prinsip gizi seimbang, sehingga kualitas pelayanan makanan bagi penghuni asrama dapat meningkat secara berkelanjutan.
Tim pelaksana menargetkan luaran berupa publikasi ilmiah di jurnal nasional pengabdian masyarakat terakreditasi, serta penyusunan media edukasi yang dapat digunakan sebagai referensi jangka panjang di lingkungan asrama.
(**)











