Pagaralam, Sumselupdate.com – Memasuki musim pancaroba dalam beberapa hari terakhir, Kota Pagaralam dihadapkan pada ancaman bencana hidrometeorologi berupa angin kencang ekstrem yang memicu meningkatnya kejadian pohon tumbang dan gangguan aktivitas warga, sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi masyarakat saat beraktivitas di luar rumah.
Peralihan musim yang ditandai dengan perubahan cuaca tidak menentu membuat intensitas angin kencang di sejumlah wilayah Pagaralam meningkat. Kondisi ini tidak hanya berpotensi membahayakan keselamatan warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas harian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di kebun, di jalan, maupun di area terbuka.
Kepala BPBD Kota Pagaralam Jhon Hasman S.Ip menegaskan bahwa situasi pancaroba saat ini perlu diwaspadai serius karena masuk dalam kategori bencana hidrometeorologi yang dipicu faktor cuaca ekstrem.
“Beberapa hari ini Pagaralam masuk musim pancaroba dan masyarakat harus waspada terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya angin kencang ekstrem yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang,” ujar Jhon Hasman.
Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir sudah banyak kejadian pohon tumbang yang mengganggu aktivitas warga dan berpotensi membahayakan keselamatan jika tidak diantisipasi sejak dini. Karena itu, BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kehati-hatian saat beraktivitas di luar ruangan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap remeh kondisi cuaca yang berubah cepat, terutama saat berada di area yang memiliki banyak pepohonan besar atau bangunan yang tidak kokoh.
Baca juga : Diare Serang Anak pada Musim Pancaroba Ini, Terbanyak di Gandus
“Kami menghimbau masyarakat dimanapun berada agar berhati-hati jika sedang berada di luar rumah atau di kebun, karena pohon bisa tumbang sewaktu-waktu akibat angin kencang beberapa hari ini,” tegasnya.
Selain itu, warga diminta untuk tidak memarkir kendaraan di bawah pohon besar serta menghindari duduk atau berteduh di bawah pepohonan saat angin kencang terjadi. Hal ini penting guna meminimalisir risiko tertimpa ranting atau pohon tumbang yang kerap terjadi saat cuaca ekstrem.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar menjauhi bangunan rapuh yang berpotensi roboh saat diterpa angin kencang, mengingat kekuatan angin dalam masa pancaroba cenderung tidak stabil dan dapat berubah secara tiba-tiba.
Baca juga : Diare Serang Anak pada Musim Pancaroba Ini, Terbanyak di Gandus
Dengan meningkatnya kejadian pohon tumbang yang mulai mengganggu aktivitas warga, BPBD Kota Pagaralam menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif sebagai langkah mitigasi awal. Kewaspadaan tersebut diharapkan mampu menekan potensi korban jiwa maupun kerugian material di tengah ancaman cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlangsung selama masa pancaroba. (**)











