Palembang, Sumselupdate.com – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palembang resmi membuka pelaksanaan Manasik Haji tingkat kota tahun 2026/1447 Hijriah, Selasa (11/2/2026).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 2.493 calon jemaah haji yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan siap berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palembang, H Nanang Suherman, mengatakan manasik tingkat kota menjadi pembuka sebelum pelaksanaan manasik di tingkat kecamatan dan zona.
“Untuk Kota Palembang, manasik haji dibagi menjadi delapan zona, masing-masing mencakup dua kecamatan. Pelaksanaan manasik berlangsung mulai 11 hingga 15 Februari 2026,” ujar Nanang.
Dari total jemaah tersebut, sebanyak 102 orang merupakan jemaah lanjut usia (lansia). Namun, secara umum jemaah didominasi oleh jemaah reguler dan usia produktif.
Manasik haji ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Haji dan Umrah. Secara keseluruhan, sebanyak 5.895 jemaah dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan mengikuti pembukaan Manasik Akbar secara serentak.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palembang, HM Muammar, menjelaskan bahwa pembukaan manasik akbar menjadi puncak kegiatan awal untuk memberikan gambaran umum pelaksanaan ibadah haji.
“Hari ini puncaknya pembukaan manasik akbar. Seluruh jemaah dikumpulkan agar mendapatkan gambaran awal rangkaian pelaksanaan ibadah haji,” jelasnya.
Muammar menambahkan, manasik haji bertujuan membekali jemaah dengan pemahaman menyeluruh, terutama terkait pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), termasuk skema muru dan tanazzul.
Pelaksanaan manasik tingkat zona akan dipusatkan di masjid-masjid besar yang telah ditetapkan, seperti Masjid Raya Citra Grand City, Masjid Baitul Magfirah Asrama Haji, Masjid Al-Fathul Akbar, serta sejumlah masjid besar lainnya di Kota Palembang. Setiap zona diikuti sekitar 300 hingga 400 jemaah.
“Tujuan utama manasik adalah menciptakan jemaah yang mandiri dan memahami rukun, wajib, syarat, serta larangan haji, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada petugas,” tegas Muammar.
Puncak kegiatan manasik akan digelar pada 14 dan 15 Februari 2026 melalui praktik Manasik Akbar. Kegiatan ini dibagi dalam dua hari, masing-masing diikuti sekitar 1.250 jemaah.
Dalam praktik tersebut, jemaah akan mendapatkan simulasi langsung mulai dari tata cara tayamum, shalat jamak dan qasar, pengambilan miqat termasuk miqat di dalam pesawat, pengenalan fasilitas bandara dan pesawat, hingga praktik tawaf dan sa’i menggunakan replika Ka’bah.
Selain itu, jemaah juga akan diperagakan pelaksanaan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, bermalam di Mina, serta praktik melempar jumrah.
Kepala Seksi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palembang, H Fikri Setiawan, memastikan seluruh persiapan manasik telah matang, termasuk kesiapan narasumber.
“Narasumber sudah kami siapkan, mulai dari Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, hingga praktisi haji bersertifikat pembimbing haji profesional,” katanya.
(**)











