Kayuagung, Sumselupdate.com — Jumlah pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, melonjak tajam sepanjang tahun 2025. Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) OKI mencatat, jumlah pencaker meningkat 46 persen, namun serapan tenaga kerja justru sangat minim.
Pada tahun 2024, jumlah pencari kerja di OKI tercatat 900 orang. Angka tersebut melonjak menjadi 1.314 orang pada tahun 2025, atau bertambah 414 pencaker.
Kepala Disnakertrans OKI, Antonio Ramadhon, melalui Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja, Fredy HM, menyebutkan bahwa dari ribuan pencari kerja tersebut, hanya 44 orang yang berhasil terserap bekerja di perusahaan sepanjang 2025.
“Penyerapan tenaga kerja di OKI masih sangat terbatas. Sepanjang 2025, tercatat hanya 44 pencaker yang diterima bekerja di perusahaan,” ujar Fredy HM kepada Sumselupdate.com, Jumat (27/12/2025), di ruang kerjanya.
Menurut Fredy, OKI sebenarnya memiliki sejumlah perusahaan besar yang beroperasi, seperti PT OKI Pulp & Paper, PT Sampoerna Agro, Wilmar Group, PT Tania Selatan, dan beberapa perusahaan perkebunan lainnya. Namun, penerimaan tenaga kerja sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing perusahaan.
“Perusahaan hanya membuka lowongan sesuai kebutuhan. Tidak setiap waktu ada penerimaan karena umumnya menunggu karyawan pensiun atau adanya ekspansi tertentu,” jelasnya.
Untuk menekan angka pengangguran, Disnakertrans OKI menggelar Job Fair pada Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan HUT Kabupaten OKI. Kegiatan ini merujuk pada Peraturan Bupati OKI Nomor 14 Tahun 2004 tentang ketenagakerjaan dan transmigrasi, sekaligus sebagai implementasi visi-misi Bupati OKI dalam mengurangi pengangguran.
“Job fair ini kami jadikan hadiah bagi masyarakat OKI agar mendapatkan akses langsung ke perusahaan yang beroperasi di daerah,” kata Fredy.
Dalam job fair tersebut, tercatat 920 pencari kerja mendaftar. Hingga Desember 2025, jumlah pencaker yang terdata di Disnakertrans mencapai sekitar 1.300 orang. Sebanyak 370 lowongan kerja ditawarkan, namun hasilnya tetap minim.
“Data November 2025 menunjukkan hanya 44 orang yang diterima bekerja, baik di sektor industri maupun perkebunan sawit,” paparnya.
Fredy mengungkapkan, dua perusahaan yang paling banyak diminati pencaker adalah PT OKI Pulp dan Bulu Cawang Plantation (BCP). Masing-masing perusahaan menerima sekitar 150 pendaftar.
Namun, tingginya jumlah pelamar tidak berbanding lurus dengan jumlah yang diterima. Dari 150 lowongan di PT OKI Pulp, hanya 7 orang yang lolos seleksi. Sementara di PT BCP, dari 150 pendaftar, baru 1 orang yang diterima.
“Banyaknya pendaftar bukan jaminan diterima. Semua tergantung kebijakan perusahaan, kualifikasi, serta kompetensi pelamar,” tegasnya.
Melihat kondisi tersebut, Disnakertrans OKI menilai peningkatan kompetensi pencari kerja menjadi kebutuhan mendesak. Salah satunya melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) serta pemetaan kebutuhan tenaga kerja sesuai permintaan industri.
“Kami akan fokus meningkatkan kompetensi dan sertifikasi pencaker, serta memetakan kebutuhan perusahaan agar tenaga kerja lokal OKI lebih siap dan terserap,” pungkas Fredy HM. (**)











