Kayuagung, Sumselupdate.com — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kebutuhan energi rumah tangga, terutama LPG 3 Kg, biasanya mengalami lonjakan signifikan. Untuk mengantisipasi tingginya konsumsi tersebut, Pertamina memastikan bahwa stok dan pasokan LPG di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Manager SPBE Sarana Agung Jaya, Muhammad Fatoni, mengungkapkan bahwa Pertamina telah menyiapkan langkah khusus untuk mengamankan distribusi LPG 3 Kg sepanjang periode Nataru. Hal ini dilakukan mengingat konsumsi masyarakat di desa maupun wilayah perkotaan OKI cenderung meningkat memasuki akhir tahun.
“Penambahan pasokan gas LPG di setiap SPBE memang bersifat fluktuatif mengikuti kebutuhan lapangan. Namun menjelang Nataru, Pertamina biasanya melakukan penambahan suplai. Karena itu, stok di OKI dipastikan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Fatoni, Kamis (11/12/2025).
Distribusi Harian 45–50 Ton
Fatoni menjelaskan bahwa SPBE Sarana Agung Jaya merupakan salah satu stasiun pengisian gas terbesar di OKI yang berperan penting dalam menjaga stabilitas distribusi LPG 3 Kg. Setiap hari, SPBE tersebut menyalurkan 45 hingga 50 ton LPG 3 Kg ke berbagai agen dan sub-agen yang tersebar di Kabupaten OKI serta sebagian wilayah sekitar.
“Dengan kapasitas tersebut, kami mampu mengakomodasi kebutuhan dari kecamatan hingga wilayah pelosok. Sejauh ini distribusi berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti,” tambahnya.
Baca juga : Komisi VI DPR Minta Pemerintah Stabilkan Harga Pangan Jelang Nataru dan Situasi Bencana
Distribusi kepada agen-agen resmi juga dipastikan dilakukan sesuai ketentuan, baik dari aspek kuota, waktu pengiriman, hingga pemeriksaan keamanan tabung gas. Dengan mekanisme ini, pasokan di tingkat pangkalan diharapkan tetap stabil.
Satgas Pertamina Lakukan Pengawasan Khusus
Selain memastikan tersedianya stok dalam jumlah memadai, Pertamina melalui Satuan Tugas (Satgas) Nataru juga rutin memberikan arahan dan koordinasi kepada pangkalan LPG maupun pihak SPBE. Pengawasan ini meliputi pengecekan distribusi, pemantauan potensi kelangkaan, hingga penanganan cepat jika terjadi anomali suplai.
“Setiap menjelang Nataru, Satgas Pertamina aktif memonitor kondisi lapangan. Kami juga selalu mendapatkan arahan langsung dari Satgas agar distribusi tetap lancar dan tidak menimbulkan gejolak harga ataupun kelangkaan,” jelas Fatoni.
Baca juga : Anggota Komisi V DPR Minta Transportasi Sungai Masuk Prioritas Persiapan Nataru
Imbauan agar Tidak Panik Membeli
Dengan stok yang mencukupi dan adanya pengawasan dari Pertamina, masyarakat OKI diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Selain dapat memicu kelangkaan semu, pembelian di luar kebutuhan dapat mengganggu stabilitas distribusi lpg di tingkat pengecer maupun pangkalan.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar membeli LPG di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai ketentuan dan menghindari potensi permainan harga oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kondisi Pasar Tetap Kondusif
Berdasarkan pemantauan Sumselupdate.com, hingga pertengahan Desember kondisi pasokan LPG 3 Kg di Kabupaten OKI terpantau kondusif. Tidak ditemukan antrean panjang ataupun laporan kelangkaan di sejumlah pangkalan yang berada di wilayah Kayuagung, Teluk Gelam, Pedamaran, Jejawi, hingga Tulung Selapan.
Dengan berbagai langkah antisipasi dari Pertamina, masyarakat diharapkan dapat menjalani libur Nataru dengan lebih tenang dan tetap memperoleh LPG 3 Kg sesuai kebutuhan. (**)











