Phnom Penh, Sumselupdate.com – Presiden Senat Kamboja, Samdech Techo Hun Sen, pada Selasa (9/12) menyampaikan bahwa tentara Kamboja telah melancarkan serangan balasan terhadap pasukan Thailand setelah lebih dari 24 jam menahan diri tanpa melakukan pembalasan.
Sementara itu, dua tentara Thailand kembali dilaporkan tewas pada Selasa, sehingga total korban jiwa dari pihak Thailand bertambah menjadi tiga dalam sengketa perbatasan yang kembali memanas tersebut, berdasarkan laporan angkatan darat Thailand.
“Setelah lebih dari 24 jam bersabar untuk menghormati gencatan senjata dan mengevakuasi warga ke area aman, kemarin sore, tadi malam, dan pagi ini, kami telah membalas,” ujar Hun Sen melalui unggahan di platform media sosial resminya.
Angkatan Darat Wilayah Kedua Thailand dalam unggahan di media sosial menyebut bahwa pasukan Kamboja telah menembakkan roket multiple-launch BM-21 ke wilayah perbatasan Thailand sejak Selasa pukul 06.00, sehingga memaksa pihak Thailand merespons.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, menuding angkatan darat Thailand menggunakan senjata berat, jet tempur F-16, serta gas beracun untuk menyerang posisi militer dan warga sipil Kamboja sejak Minggu (7/12) sore hingga Selasa pagi.
Akibat bentrokan tersebut, tujuh warga sipil Kamboja tewas dan 20 lainnya mengalami luka-luka.
Media Thailand melaporkan bahwa konflik perbatasan yang kembali meletus ini telah memaksa lebih dari 800 sekolah dan sejumlah rumah sakit menutup sementara operasionalnya di beberapa provinsi perbatasan.
Ketegangan antara Kamboja dan Thailand kembali meningkat sejak Minggu sore waktu setempat, dengan kedua belah pihak saling menuduh sebagai pemicu serangan serta mengonfirmasi adanya korban jiwa.
(**)











