Ternate, Sumselupdate.com – Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI akan memanggil kementerian terkait untuk mempercepat penyelesaian pengaduan masyarakat terkait sengketa tanah Lingkar Bandara Leo Wattimena di Pulau Morotai, Maluku Utara.
Kasus yang berlarut-larut ini membutuhkan keputusan yang adil, terukur, serta didukung komitmen seluruh pihak, sehingga masyarakat memperoleh kepastian hak dan negara dapat menjalankan agenda pembangunan strategis tanpa konflik berkepanjangan.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar di Ternate, Jumat (14/11/2025), Wakil Ketua BAP DPD RI Abdul Hakim menegaskan, penyelesaian harus ditempuh melalui pendekatan restoratif dengan memastikan keadilan bagi masyarakat dan negara.
Dia juga menekankan perlunya peran aktif Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di tingkat daerah untuk mempercepat penyelesaian konflik, karena menyangkut hak dasar masyarakat atas tanah dan keberlanjutan pembangunan daerah.
“Kami mendorong agar penyelesaian dilakukan secara restorative mengedepankan asas keadilan bagi kedua belah pihak dan mengoptimalkan peran Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) pada tingkat kabupaten/kota,” ujar Abdul Hakim.
Senator asal Lampung ini juga memastikan BAP DPD RI akan mengawal proses hingga tahap akhir, termasuk penentuan skema kompensasi yang layak apabila dibutuhkan sebagai bagian dari penyelesaian.
“Kami akan memastikan penyelesaian ini dapat diselesaikan secara terukur dan terjadwal, salah satunya terkait persoalan ketersediaan anggaran terkait ganti untung,” katanya dalam RDPU yang menghadirkan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, DPRD, ATR/BPN, dan unsur TNI AU.
Dalam RDPU tersebut, Anggota DPD RI dari Maluku Utara sekaligus Sultan Ternate Sultan Hidayat M. Sjah menekankan, penyelesaian harus memperhatikan aspirasi masyarakat dan nilai historis kepemilikan lahan.
Dia berharap, penyelesaian sengketa dapat dilakukan dengan baik tanpa merugikan masyarakat.
“Setidaknya apa yang menjadi tuntutan masyarakat bisa dipenuhi negara. Mereka menuntut agar ada ganti untung. Yang penting ada solusi yang membuat masyarakat puas,” tuturnya.
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mengatakan, penyelesaian diharapkan dapat dilakukan segera dan dilakukan secara baik dan adil untuk semua pihak.
“Atas nama pemerintah kami menyampaikan apresiasi kepada BAP DPD RI yang telah merespons dan ikut mengagendakan pertemuan pada hari ini. Harapan kita semua, kehadiran ini menjadi solusi terbaik buat masyarakat dan Negara, termasuk TNI AU di Morotai,” jelasnya.
(**)











