Palembang, Sumselupdate.com – Gara-gara masalah banjir yang seakan tak dihiraukan oleh ketua Rukun Tetangga (RT), warga RT 11 RW 03, Lorong Tembesu, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring Palembang, meminta Walikota Palembang, Ratu Dewa memberhentikan Ketua RT nya sendiri.
Hal ini dikarenakan Ketua RT 11 tersebut tidak menghiraukan keluhan warga akibat banjir melanda kawasannya yang mengakibatkan jalan tergenang air bahkan sebagian rumah warga terendam air selama tiga hari sampai seminggu lamanya dikarenakan kondisi jalan yang tidak memadai dan saluran airnya tidak ada.
Samsudin, seorang warga setempat mengatakan, bahwa kalau kondisi di musin hujan dipastikan daerah tempat tinggalnya tersebut terendam banjir.
“Beberapa waktu lalu pernah lorong kita ini didatangi pihak PU untuk meninjau kondisi jalan dalam rangka perbaikan, tapi tidak ada respon dari ketua RT kita, jadi rencana perbaikan itu tidak terjadi,” ucapnya, saat ditemui pada Selasa (11/11/2025).
Yang membuat sakit hati dirinya dan warga, diakui Samsudin, saat Ketua RT mengucapkan kata tidak mau mengurusi namanya banjir, dan menyuruh untuk perbaiki sendiri saja.
“Kita sudah mengeluhkan masalah ini ke Ketua RT kita untuk meminta solusinya. Tapi dia ini menjawab acuh dengan kata-kata perbaiki sendiri saja dan tidak mau lagi mengurusi namanya banjir di RT ini, padahal tanggung jawab RT itu, mendengarkan keluhan warganya dengan memberikan solusi terbaik,” bebernya.
Merasa ketua RT nya lepas tangan, Samsudin bersama warga sepakat untuk menandatangani berkas yang ditunjukkan kepada bapak Wali Kota Palembang dengan tembusan Lurah 8 Ulu dan Camat Jakabaring untuk memberhentikan Ketua RT 11.
“Sudah banyak warga yang melakukan tanda tangan ini, selanjutnya kami akan serahkan ke Walikota Palembang untuk menindak lanjutnya. Kalau kondisi jalan terendam banjir seperti ini tidak diperbaiki, akan menghambat kendaraan masuk lorong hingga penyakit ditimbulkan akibat genangan air. Kami harap kepada pemerintah agar memperhatikan warganya, dibantu permasalahannya, hingga dicarikan solusinya ini,” terang Samsudin.
Baca juga : Banjir Terparah di Vietnam Tengah, 13 Tewas dan Ribuan Rumah Terendam
Senada dikatakan Salwa, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) ini meminta bantuan bapak Walikota Palembang untuk turun langsung mengatasi permasalahan ini.
“Saya meminta tolong kepada bapak Walikota untuk perbaiki jalan kami ini yang sudah puluhan tahun tidak beres-beres dan terendam banjir,” harapnya.
Bahkan saat banjir, airnya masuk ke dalam rumah dan menggenangi teras rumah, tidak hanya itu untuk surutnya sendiri paling cepat tiga hari dan paling lama satu minggu.
“Kita pernah mengusulkan ke pak RT kita tapi jawabannya ini membuat kita sakit hati karena dia menyuruh memperbaiki sendiri-sendiri jalan tersebut, sehingga kita meminta bapak Walikota Palembang turun tangan mengatasi masalah kita ini,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua RT 11 Sukardin, belum bisa dihubungi dan tidak hadir dalam pertemuan mendadak bersama Lurah 8 Ulu, di kediaman rumah salah satu warga RT 11, untuk membahas permasalahan banjir di wilayah tersebut. (**)











