Pagaralam, Sumselupdate.com – Harga bahan pangan pokok di Kota Pagaralam selama periode 15 hingga 21 Oktober 2025 menunjukkan tren stabil dengan sedikit penurunan pada sebagian besar komoditas. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagaralam, rata-rata harga bahan pokok berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP), kecuali minyak merek KITA yang masih berada di batas atas harga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pagaralam, Jepri Zulfikar, M.Si, mengatakan bahwa kondisi harga yang stabil menandakan pasokan bahan pangan di pasaran masih aman.
“Kami terus memantau ketersediaan dan distribusi bahan pangan di seluruh wilayah. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), pemerintah berupaya menstabilkan harga serta memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau,” ujar Jepri Zulfikar.
Dari hasil pantauan, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga, antara lain daging ayam ras turun menjadi Rp34.405 per kilogram, telur ayam ras Rp29.444 per kilogram, daging sapi Rp130.000 per kilogram, dan gula konsumsi Rp17.667 per kilogram. Komoditas beras medium dan beras premium juga turun ringan masing-masing menjadi Rp13.371 dan Rp14.500 per kilogram.
Sementara itu, minyak goreng kemasan mengalami sedikit kenaikan sebesar 1,14 persen menjadi Rp19.667 per kilogram, sedangkan minyak merek KITA tetap stabil di harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter.
Menurut Jepri, Pemerintah Kota Pagaralam terus melakukan langkah antisipatif agar inflasi daerah tetap terkendali.
“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan distributor, untuk menjaga kelancaran pasokan. Jika ditemukan gejala kelangkaan atau lonjakan harga, langkah intervensi cepat akan segera dilakukan,” tambahnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan bahan pokok. Warga diharapkan segera melapor kepada aparat jika menemukan adanya praktik penimbunan di lapangan.
Dengan pemantauan rutin dan kegiatan GPM yang terus digelar, stabilitas harga pangan di Kota Pagaralam diharapkan tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu.
(**)











