Jaga Marwah Pesantren, Komisi X DPR Perjuangkan Kesetaraan Pendidikan dalam Revisi UU Sisdiknas

Writer: - Minggu, 19 Oktober 2025
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian (Foto: Humas DPR RI)

Jakarta, Sumselupdate.com — Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesetaraan hak pendidikan bagi pondok pesantren dalam momentum revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Hal ini sebagai respons terkait viralnya pemberitaan pesantren dalam program ‘Xpose Uncensored’ yang ditayangkan salah satu televisi nasional. Ia menilai peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa bangsa Indonesia perlu kembali belajar adab dan moral dari lingkungan pesantren.

Read More

Dia juga menegaskan pentingnya menjaga marwah pondok pesantren sekaligus memastikan kesetaraan hak pendidikan pesantren dengan lembaga pendidikan umum lain yang didorong dengan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Pesantren tempat nilai-nilai ke-Indonesiaan, gotong royong, hormat kepada guru, dan ketulusan hati masih hidup serta terus dijaga. Di pesantren inilah lahir para pejuang, para ulama, dan negarawan yang menjaga negeri ini dengan doa dan pengertian,” ujar Lalu dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk ‘Antara Tradisi dan Modernitas: Mampukah Pesantren Bertahan di Tengah Gempuran Globalisasi?’ yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Gedung DPR Kamis (16/10/2025).

Menurut Lalu Hadrian, menjaga marwah pesantren bukan sekadar membela satu lembaga, melainkan juga menyembuhkan luka moral bangsa dan negara Indonesia. Dalam momentum revisi Undang-Undang Sisdiknas, Ia berkomitmen memperjuangkan pengakuan yang lebih jelas terhadap posisi pendidikan pesantren agar diakui setara oleh negara.

Dia juga mendorong Kementerian Pendidikan untuk mengadopsi nilai-nilai pendidikan karakter khas pesantren ke dalam kurikulum nasional.

“Saya berharap kepada seluruh pemangku kebijakan dan seluruh stakeholder pendidikan untuk bersama-sama menjaga serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan,” tegasnya. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts