Palembang, Sumselupdate.com – Misteri keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di Pedamaran, Ogan Komering Ilir (OKI), akhirnya terungkap.
Hasil uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang memastikan, menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan saat itu positif tercemar bakteri berbahaya Escherichia coli (E-Coli).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Dedy Irawan, mengonfirmasi temuan tersebut.
“Benar, hasil pengujian sampel MBG sudah keluar. Ada dua item menu makanan yang tidak memenuhi syarat,” ungkap Dedy, Rabu (17/9/2025).
Dua menu yang terbukti terkontaminasi yakni soto dan tahu krispi. Bakteri E-Coli inilah yang membuat para siswa mengalami mual, pusing, hingga harus mendapat perawatan medis.
Baca Juga: 52 Siswa SD dan SMP di Pedamaran Diduga Keracunan Makanan, Dinkes OKI Tunggu Hasil Lab
Menurut Dedy, bakteri tersebut bisa berasal dari berbagai sumber, mulai dari penggunaan air mentah, daging yang tidak matang, hingga makanan yang diolah tanpa standar kebersihan.
“Kemungkinan besar berasal dari dapur Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama pada menu soto dan sayuran yang menggunakan air terkontaminasi. Proses pemasakan juga tidak maksimal,” jelasnya.
Untuk tahu krispi, dugaan kuat bakteri muncul saat proses perendaman dengan air mentah. Ditambah lagi, pemasakan yang tidak optimal membuat bakteri tetap hidup.
“Faktor penjamah makanan yang tidak higienis, misalnya tidak mencuci tangan setelah buang air besar, juga berpotensi besar menjadi penyebab,” tegas Dedy.
Baca Juga: Dinkes Sumsel Segera Turunkan Tim Investigasi Terkait Siswa di OKI Keracunan MBG
Meski sudah ada hasil laboratorium, Dinas Kesehatan Sumsel mengaku belum bisa memastikan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada pihak penyedia menu MBG.
“Untuk sanksi belum tahu ya,” kata Dedy.
Sebelumnya, pada 2 September lalu, sebanyak 80 siswa di Pedamaran, OKI dilarikan ke Puskesmas setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG.
(**)











