Palembang, Sumselupdate.com – Sampah di tepian Sungai Musi masih banyak ditemukan tidak hanya menjadi Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah tetapi masyarakat yang menjadi sumber utamanya.
Membuang Sampah ke sungai berkontribusi menciptakan pencemaran di lingkungan hidup masyarakat, termasuk di Sungai Musi dan bantaran sekitarnya.
Mengurangi pencemaran lingkungan akibat membuang sampah sembarang di sungai, Yayasan WINGS Peduli melakukan kampanye #PilahDariSekarang dengan bersih-bersih tepian Sungai Musi tepatnya di Kampung Kapitan, Jumat (25/7/2025).
Perwakilan Yayasan WINGS Peduli Sheila Kansil mengatakan, Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan provinsi dengan potensi besar di bidang budaya, pariwisata, dan perdagangan, didukung jumlah penduduk yang tinggi.
Namun, pengelolaan sampah masih menjadi tantangan serius, terutama karena keterbatasan Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan peningkatan volume sampah rumah tangga.
Baca juga : Aksi Bersih-bersih Sungai Musi, WINGS Peduli Himpun 922,5 Kg Sampah
“Sumsel menjadi provinsi ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur, yang menjadi bagian dari ekspansi kampanye #PilahDariSekarang oleh Yayasan WINGS Peduli,” katanya.
Dari kegiatan ini, terkumpul 922,5 kg sampah yang berhasil dikerahkan oleh ratusan relawan yang terlibat, terdiri dari 166,9 kilogram sampah non-organik ekonomis dan 755,6 kg sampah organik non-ekonomis.
Sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi diserahkan ke Bank Sampah Induk Eco Green House Kota Palembang dan Bank Sampah Induk Moutasa Banyuasin, untuk dipilah dan dikelola lebih lanjut, agar tidak mencemari lingkungan atau hanya bermuara di TPA.
Baca juga : Menteri LH Apresiasi Langkah Strategis Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang Tangani Sampah di TPA Sukawinatan
“Dari aksi ini, mereka dapat menyaksikan langsung pencemaran yang terjadi di sungai dan menyadari pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya yakni rumah tangga,” katanya.
Mereka terdiri dari warga Seberang Ulu 1, Kota Palembang, pelajar SMKN 8 dan SMAN 8 Kota Palembang, Teman WINGS Peduli yakni karyawan WINGS Group di Sumsel, serta jurnalis.
Sebagai bentuk keberlanjutan, Yayasan WINGS Peduli meresmikan tiga bank sampah sekolah di tiga kelurahan berbeda di Sumsel, yaitu SMKN 8 Palembang, SMAN 8 Palembang dan Sekolah Terpadu Nurul Ilmi.
Asisten II Walikota Palembang Isnaini Madani mengatakan, Permasalahan sampah adalah tantangan bersama, yang membutuhkan aksi kolektif. Harapannya kegiatan ini dapat mendorong kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan mulai memilah sampah dari rumah.
“Setelahnya, masyarakat dapat menyetorkan hasil pemilihannya ke bank sampah terdekat. Karena itu, kami sedang mendorong agar setiap kelurahan memiliki bank sampah sendiri,” katanya. (Iya)











