Palembang, Sumselupdate.com – Dompet Dhuafa Sumatera Selatan (Sumsel) mengelola program pendidikan nonformal setingkat SMA bernama Ekselensia Tahfizh School (eTahfizh) yang berfokus pada tahfizh (menghafal Al-Qur’an), kepemimpinan, ilmu keislaman, bahasa, dan Pembinaan Pendidikan Paket C.
Program ini diperuntukkan bagi lulusan SMP/Sederajat yang memiliki kemampuan akademik tinggi namun memiliki keterbatasan finansial. eTahfizh Sumsel menerapkan sistem boarding school.
Santri dalam program eTahfizh Sumsel memiliki sebutan khusus, yaitu “Hager”.
Musyrif atau pembina program E-Tahfizh Dompet Dhuafa Sumsel Ustaz Lamudin mengatakan, pembinaan santri dalam program ini meliputi beberapa aspek. Yakni, Pembinaan Intelektual meliputi kegiatan membaca buku, menulis artikel, dan Alqur’an Kitabah.
“Lalu, ada pembinaan spiritual, sholat fardhu & sunnah, puasa sunnah, kajian, tilawah, dan zikir pagi-sore,” lanjut Ustadz Lamudin.
Tak hanya pembinaan intelektual dan spiritual, kepada para santri juga diberikan pembinaan fisikal, seperti kegiatan olahraga rutin.
Ustaz Lamudin juga menyebutkan bahwa para santri tidak hanya belajar Al Qur’an tapi terlibat dalam aktivitas kemasyarakatan.
“Selain menghafal, santri dibekali dengan keterampilan khitobah dan alhamdulillah santri sudah terbiasa menjadi khatib Jumat di masjid sekitar asrama,” sebut Ustaz Lamudin.
Lalu, bagaimana pendapat dari santri sendiri? Salah satu santri eTahfizh Sumsel, M Fadhilah Malik, mengatakan, “Menuntut ilmu itu berat dan butuh perjuangan yang gigih, kalau kita tidak tahan pahitnya menuntut ilmu maka harus siap dengan pahitnya kebodohan”.
Ini menunjukkan, betapa mencari ilmu telah menjadi habit mereka dalam keseharian. Sehingga apa yang dilihat orang lain sebagai beban dan menakutkan, ternyata telah dinikmati oleh mereka dan menjadi kebutuhan.
eTahfizh Sumsel mengajak kolaborasi dari berbagai pihak untuk mendukung santri dalam meraih cita-cita mereka.
Hingga April 2025, tercatat ada lima santri tahfidz yang saat ini telah menghafalkan 15 juz Al Quran dari target 30 Juz. Selain itu ada puluhan santri lain yang mengikuti pengajian umum rutin.
Selain aktivitas harian, di akhir bulan biasanya ada kegiatan di luar pondok. Para santri diajak untuk outing day seperti mengunjungi Museum Bayt Al-Qur’an Al-Akbar, berenang bersama dan lainnya. (ril)











