Jakarta, Sumselupdate.com – Komite III DPD RI mengajak Kementerian Sosial (Kemensos) dan elemen masyarakat dalam mengatasi permasalahan sosial. Berbagai permasalahan sosial terjadi di masyarakat, maka dibutuhkan keterlibatan seluruh stake holder untuk melakukan transformasi sosial.
“Transformasi sosial merupakan upaya menyeluruh, tidak hanya Kementerian Sosial RI tapi juga dibutuhkan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat dalam mengatasi permasalahan sosial,” ujar Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma saat RDP dengan Kemensos RI di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin (10/3/25).
Filep mengakui berbagai permasalahan sosial yang sangat kompleks masih kerap terjadi di tengah masyarakat salah satunya judi online (judol), pinjaman online (pinjol) serta penggalangan donasi. Ketiganya merupakan dampak negatif dari kemajuan teknologi saat ini.
“Khusus untuk judol dan pinjol, kedua praktik ini tidak hanya memberikan dampak finansial, tetapi juga menimbulkan berbagai persoalan sosial yang kompleks. Judol dan pinjol menciptakan kecanduan, kerusakan hubungan sosial, menjerat masyarakat dalam lingkaran utang dan menimbulkan tekanan psikologis akibat metode penagihan yang tidak manusiawi,” kata senator asal Papua Barat ini.
Dia menambahkan, untuk penyalahgunaan penggalangan donasi merupakan bentuk dari penghianatan kepercayaan yang memicu reaksi emosional masyarakat. “Hal ini juga menjadi gambaran setiap tindakan sosial harus dilandasi transparansi dan akuntabilitas,” paparnya.
Baca juga : DPD RI Dorong Penguatan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat
Sementara itu, Anggota DPD RI asal Provinsi Papua Barat Daya Hartono mendukung program Kemensos mengenai Sekolah Rakyat. Program sekolah rakyat sangat dinantikan masyarakat khususnya di Papua Barat Daya.
“Kami mendukung program sekolah rakyat, karena sangat bermanfaat untuk masyarakat di Papua Barat Daya,” tuturnya.
Anggota DPD RI asal Provinsi Papua Pegunungan Arianto Kogoya mendesak agar Kemensos memperhatikan anak-anak jalanan yang putus sekolah. Maka pada kesempatan ini diharap Kemensos dibuatkan rumah pembinaan agar anak-anak ini bisa dibina dan bersekolah.
Baca juga : BKSP DPD RI dan Kedutaan Besar Kanada Perkuat Kerja Sama
“Ini permasalahan yang harus segera diselesaikan, banyak anak-anak jalanan yang putus sekolah. Untuk itu Kemensos harus bisa membuat rumah pembinaan agar anak-anak ini bisa bersekolah lagi,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico mengatakan, berdasarkan arahan Presiden RI nanti akan dibuatkan sekolah rakyat unggulan untuk keluarga miskin. Semua anak-anak yang tidak mampu harus bersekolah dan nanti sekolah rakyat berbentuk asrama.
“Kita harus buat sekolah rakyat, sekolah ini diperuntukan pada jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA. Targetnya 100 sekolah tahun ini dan 2026,” paparnya. (duk)











