Palembang, Sumselupdate.com — Warga Jalan Faqih Usman, Kelurahan 1 Ulu, Palembang, hidup dalam kecemasan setelah berbulan-bulan lampu penerangan jalan padam. Kondisi gelap membuat lingkungan semakin rawan kejahatan, termasuk aksi pencurian dan tawuran. Ketakutan semakin memuncak ketika seorang pria bertopeng diduga mengintai warga.
Merespons keluhan tersebut, Tim Reaksi Cepat Ombudsman Sumatera Selatan turun langsung ke lokasi untuk mencari solusi dan mendorong pihak terkait segera melakukan perbaikan, Kamis (20/02/2025).
Tim Ombudsman Sumsel itu datang langsung menemui warga di Jalan Faqih Usman Kelurahan 1 Ulu guna meminta keterangan yang merasa khawatir oleh pria bertopeng yang diduga hendak melakukan tindak kejahatan dilingkungan mereka.
Bagaimana tidak bikin cemas warga, pria misterius bertopeng itu diduga tengah memperhatikan kondisi sekitar dan berencana melakukan aksi kejahatan.
“Banyak warga mengeluhkan keamanan di sekitar daerah tersebut karena kondisi jalan yang gelap, belum lagi kerap kali terjadi tawuran antar pemuda dan aksi pencurian di wilayah tersebut,” ucap Yanti ketua RT 25 RW 01 Kelurahan 1 Ulu.
Yanti menyebut, sudah sejak akhir Desember 2024 lalu, sebagian besar Jalan di Faqih Usman minim lampu penerangan jalan.
“Kami sempat melapor kepada pihak terkait dan kemudian diperbaiki. Namun, 3 (tiga) hari kemudian lampu kembali padam sehingga menurutnya kejahatan kembali rawan terjadi, seperti tawuran antar pemuda dan curanmor,” imbuh Yanti.
Bahkan sebelum sosok pria bertopeng itu muncul menghantui, salah seorang warga di RT 25 RW 01 Kelurahan 10 Ulu mendapatkan musibah pencurian mobil Toyota Calya.
Menurut Yanti kejadian pencurian mobil itu mungkin tidak akan terjadi jika lampu jalan di wilayahnya menyala karena dengan minimnya penerangan, pelaku kejahatan dengan leluasa melakukan tindakannya.
Hadir dalam pertemuan tindak lanjut Reaksi Cepat Ombudsman (RCO) tersebut, Astra Gunawan, Agung Pratama, Lailatul Fitri, Rasmillah AR dan Ismiyanti.
Sedangkan dari pihak warga di antaranya Yanti Ketua RT. 25, Jasiman Ketua RT. 24 RW. 6 Kelurahan 1 Ulu dan beberapa warga lain.
Selain itu, aparatur pemerintah Kelurahan dihadiri oleh Sekretaris Lurah, Imran Sardi. Menurut Imran, warga dan pihak Kelurahan telah berupaya menyampaikan aduan atas padamnya lampu jalan tersebut kepada Kadishub, Ketua dan Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang, namun belum dilakukan perbaikan oleh pihak terkait.
“Tapi respon Dinas Perhubungan hanya mengatakan bahwa perbaikan lampu jalan belum bisa dilakukan karena masih dalam masa transisi dan belum ada anggaran,” tambah Jasiman Ketua RT 24 RW 1 Kelurahan 1 Ulu.
Bahkan dalam Musrembang Tingkat Kecamatan pada Tanggal 13 Februari kemarin warga juga telah membahas permasalahan tersebut bersama para pihak dan stakeholder.
“Kami berharap Ombudsman dapat mendorong para pihak yang berwenang segera menindaklanjuti aduan mereka dan lampu jalan yang padam dapat kembali menyala demi rasa aman warga sekitar dan pengendara yang melintas,” tambah Jasiman.
Apalagi kata mengingat beberapa waktu ke depan akan memasuki bulan Ramadhan Dimana warga ingin melaksanakan kegiatan ibadah juga ingin merasa tenang tanpa resah.
Terpisah Agung Pratama Asisten Pemeriksa Laporan Ombudsman Sumsel menyebut berdasarkan informasi dari warga setempat, dari RT 19 sampai dengan RT 27 hanya 2 (dua) RT yang lampu jalannya hidup yaitu RT 26 dan 27, itupun hanya beberapa lampu saja.
“Dengan kata lain, hampir seluruh daerah di Kelurahan 1 Ulu lampu jalan tidak berfungsi. Sehingga atas permasalahan tersebut, Ombudsman Sumsel berkomitmen akan segera bertindak untuk mendorong Dinas terkait menyelesaikan polemik lampu jalan ini agar mendapatkan penyelesaian, “sebut Agung.
Bahkan sebagai tindak lanjut serius, Ombudsman Sumsel juga akan memanggil pihak terkait untuk dimintai klarifikasi.
“Ombudsman Sumsel akan mengkaji masalah tersebut dan meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut,” ujar Agung Pratama.(**)











