Pangkalpinang, Sumselupdate.com – Media sebagai salah satu penyambung kenetralan dalam pesta demokrasi pemilu Pilkada serentak tahun 2024, maka dalam hal ini pentingnya pengawasan yang diberikan Kepada pesta demokrasi dilakukan.
Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) RI bersama Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar konsolidasi bersama dengan media online yang ada di Bangka Belitung, dalam rangka memberi penguatan pemberitaan pada pengawasan tahapan pemilihan serentak 2024, di Pangkalpinang.
Kamis (21/11/2024).
Ketua Bawaslu Babel, EM Osykar, dalam sambutannya Menegaskan bahwa peran media sangat penting dalam hal pengawasan pesta demokrasi, catatan khusus pemilu demokrasi yang sudah sukses diselenggarakan, dan giat- giat pengawasan yang sudah dilakukan sesuai dengan baik.
Namun ada beberapa catatan yang tidak bisa dipungkiri, karena banyaknya Media online berkembang saat ini, sulit untuk kami pilah, apalagi kebebasan pers salah satu sisi kemudahan media online untuk memberikan berita kepada masyarakat luas.
Dengan adanya media saya berharap pesta demokrasi sampai dengan selesai nanti akan mempersiapan hal-hal yang membangun kedepan.
Baca juga : Sinyal PPP Usung Andri pada Pilkada Bangka Barat 2024
Konsolidasi penyatuan pemahaman saling berfikir bagaimana untuk mengemas berita apalagi yang bersifat politik.
Ayo sama-sama kita kawal hasil pesta demokrasi bagaimana cara berpikir kritis itu pada posisi netral dan tidak berpihak demi terciftanya demokrasi yang bersifat objektif dan tidak dipengaruhi kepentingan politik tertentu.
Di kesempatan yang sama, acara ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yakni Kepala LPP TVRI Babel, Emirizon, dan Vitorio Mantalean, jurnalis dari Kompas.com.
Baca juga : KPU Bangka Belitung Bahas Pilkada Serentak Sudah Tahap Pencalonan dan Pendaftaran Paslon
Keduanya memberikan wawasan mengenai pentingnya pemberitaan yang berimbang dan edukatif selama tahapan pesta demokrasi.
Emirizon menyoroti tanggung jawab media dalam memberikan informasi yang valid kepada publik.
“Jurnalis adalah mata dan telinga masyarakat. Dalam konteks Pemilu, peran ini semakin krusial untuk mengawal proses demokrasi,” tegasnya.
Sementara itu, Vitorio Mantalean menjelaskan ini kali pertamanya Pemilu Pilkada Serentak kita lakukan dengan jumlah 37 Provinsi, 508 Kabupaten dan Kota yang ada di Indonesia.
Dengan adanya pemilu Pilkada Serentak ini menambah beban Bagi Polisi, TNI dan lainnya karena seluruh wilayah melakukan pilkada serentak ini sehingga cangkupan atau jangkaun ini tidak bisa kita upayakan, maka pentingnya Peran jurnalis untuk sebagai pengawasan dalam pesta demokrasi ini,” jelasnya. (**)











