Jakarta, sumselupdate.com – Anggota DPR RI periode 2024-2029 Abdul Hadi, berharap bisa memperjuangkan NTB jadi lumbung pangan Nasional melalui DPR RI. Menurut Abdul Hadi, NTB memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan Nasional.
Di antaranya NTB memproduksi padi sekitar 1,54 juta ton tahun 2023 yang tersebar di Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Barat.
“Selama ini NTB sudah menjadi pemasok beras ke wilayah Indonesia bagian timur yang masih kekurangan stok pangan,” ujar Abdul Hadi sebagaimana dikutip dari dpr.go. id Rabu (02/10/2024).
Legislator Dapil NTB II ini menjelaskan, NTB merupakan produsen jagung yang cukup tinggi ,di samping produksi beras.
Poduksi jagung pada tahun 2023 sebesar 1,28 juta ton. Jumlah ini cukup tinggi meski mengalami penurunan dibanding tahun 2022 yang sebesar 1,42 juta ton.
Baca juga : BKSAP DPR RI Prakarsai Asosiasi Bahasa Indonesia-Melayu
“Produksi jagung NTB juga cukup baik, bahkan NTB telah mengekspor jagung ke berbagai negara, termasuk Filipina dan Korea Selatan,” kata Politisi Fraksi PKS ini.
Selain beras dan jagung, NTB juga mempunyai potensi di pengembangan Komoditas Hortikultura seperti Bawang Merah, mangga, jeruk, dan pisang.
Dikatakan, produksi bawang merah NTB juga berpotensi dan terkenal tidak hanya di pasar nasional tetapi juga diekspor ke negara tetangga.
Di bidang lain, NTB memiliki potensi di bidang peternakan. Potensi ini bisa membawa NTB sebagai lumbung pangan nasional, terutama peternakan sapi potong.
Baca juga : Dari Batang ke Jakarta Bersepeda: Yoyok Rio Sudibyo Siap Jalankan Tugas Sebagai Anggota DPR RI
“Pulau Sumbawa dan Lombok memiliki lahan yang cocok untuk pengembangan peternakan sapi. Sapi dari NTB banyak dikirim ke wilayah lain di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan daging sapi nasional, terutama menjelang hari-hari besar seperti Idulfitri dan Iduladha,” jelas Abdul Hadi.
Meski demikian, NTB tidak lepas dari tantangan untuk mencapai lumbung pangan nasional. Tantangan yang harus dihadapi adalah support dan komitmen dari pemerintah daerah untuk memajukan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.
“Kami di DPR RI akan memperjuangkan agar pemerintah pusat ikut berkontribusi dan menyelesaikan tantangan tersebut. Di antara tantangan tersebut antara lain infrastruktur irigasi yang terbatas, akses transportasi dan distribusi serta keterbatasan akses terhadap teknologi dan alat-alat pertanian,” jelasnya.
Dia memohon doa dan dukungan dari masyarakat NTB agar bisa memberikan kontribusi untuk pengembangan NTB sebagai Lumbung Pangan Nasional dengan memaksimalkan peran sebagai Anggota DPR RI. (duk)











