Palembang, Sumselupdate.com – Berat badan yang tiba-tiba naik hingga kini menjadi permasalahan tersendiri bagi para wanita.
Terlebih bagi mereka yang sudah mengatur pola makan dengan mengurangi jumlahnya bahkan juga dengan olahraga.
Ketika melakukan cara yang sama itu untuk mengurangi berat badan lebih, justru sulit untuk kurus dan lebih mudah untuk gemuk dibandingkan pria.
Sebetulnya bukan cuma di Indonesia di mana pun karena memang pada dasarnya metabolisme pada wanita dan pria ini punya perbedaan.
Namun yang terpenting gemuk itu bukan salahmu (wanita –red) namun konsekuensi dari metabolisme yang bermasalah.
Baca Juga: Sedikit Mengonsumsi Air Putih Ternyata Salah Satu Pemicu Kegemukan
Untuk diketahui metabolisme ini melibatkan ezim, neurotransmitter yang mengirim sinyal dari tubuh ke syaraf.
Kemudian sistem syaraf itu sendiri, mikrobioma yakni keseimbangan bakteri dalam usus dan juga hormon.
Jadi, gemuk itu adalah gejala yang timbul akibat adanya masalah dalam metabolisme wanita.
Masalah metabolisme contohnya kelainan hormon itu yang paling sering terjadi pada wanita.
Kemudian juga masalah penyakit-penyakit tertentu yang berpengaruh pada metabolik.
Beberapa faktor yang mempengaruhi metabolisme salah satunya adalah jenis kelamin, genetik, dan lingkungan.
Baca Juga: Awas! Kegemukan Dapat Sebabkan Otak Lebih Tua 10 Tahun
Kebanyakan makan juga sebetulnya itu bukan esensi utama penyebab gemuk, karena orang yang banyak makan itu terjadi sesuatu dalam tubuhnya membuat nafsu makannya meningkat.
Atau gemuk karena kurangnya aktivitas lantaran kebanyakan makan yang bikin lemas
Itu juga semuanya terjadi karena metabolisme yang bermasalah.
Lalu kenapa metabolisme yang bermasalah ini bisa muncul?
Ada beberapa faktor dasar pertama adalah karena fungsi reproduksi wanita memang didesain untuk lebih banyak menyimpan lemak.
Jadi wanita itu punya fungsi reproduksi yang berbeda dibandingkan para pria, tentu kita semuanya tahu yang bisa mengandung yang bisa hamil yang bisa menyusui hanya wanita.
Dan itu sebabnya fungsi reproduksi wanita juga punya distribusi lemak yang berbeda dengan pria.
Baca Juga: Jangan Khawatir, Meski Berlemak Makanan Berikut Ini Tidak Menyebabkan Gemuk
Dimana wanita itu cenderung distribusi lemaknya di bagian-bagian tubuh yang spesifik terutama di lemak tubuh bagian bawah.
Berbeda dengan pria biasanya lebih cenderung menyimpan lemak di bagian perut.
Lalu faktor hormon itu juga sangat berpengaruh sepert ketika pada waktu masa puber, menstruasi, hamil, dan menopos.
Yang pertama hormon estrogen adalah hormon seksnya wanita. hormon estrogen ini juga punya peran-peran yang sifatnya untuk mendistribusikan lemak-lemak pada bagian tertentu di tubuh wanita.
Hormon estrogen yang terlalu tinggi ini juga menurunkan sensitivitas insulin yang bisa menyebabkan sulitnya tubuh wanita untuk membakar lemak.
Pada tubuh wanita juga ada Hormon progesteron ini sifatnya meningkatkan nafsu makan.
Biasanya hormon ini meningkat ketika pada fase premenstruasi atau sebelum menstruasi.
Ketika progesteron meningkat ini juga memang suatu tantangan yang perlu dihadapi pada wanita di usia produktif.
Progesteron ini mendistribusi lemaknya itu di area perut. Satu hormon yang perlu diperhatikan lainya yakni adalah insulin, seperti diketahui insulin ini bukan hanya pada wanita pria pun juga punya.
Sebetulnya insulin itu memang tidak buruk tapi kita perlu tahu perannya insulin jika terlalu tinggi akan mencegah pembakaran lemak dan meningkatkan penumpukan lemak.
kita perlu mengontrol tiga hormon ya yang paling dominan ini yang bisa menyebabkan lemak tubuh itu berlebih.
Nah cara mengontrolnya perlu tahu faktor-faktor apa yang menyebabkan tiga hormon itu meningkat atau dominan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ada tiga besar yang pertama adalah frekuensi makan.
Sebab dengan frekuensi makan yang sering juga akan membuat kita semakin mudah lapar.
Kemudian yang kedua adalah jenis makanan yang perlu diperhatikan seperti ‘Proccest Dairy Product’ contohnya seperti keju olahan.
Karena produk ini sangat mengintervensi hormon itu estrogen.
Kemudian yang perlu diatur adalah makanan yang mengandung gula ataupun karbohidrat.
Kemudian makanan yang terpapar bahan kimia sintetis memang sangat sulit untuk dihindari terutama kalau kita sering makan di luar.
MSG pengempuk pengawet emulsifier acidifier pestisida insektisida dan lain-lain itu bahan-bahan kimia sintesis ini pun juga bisa mengganggu keseimbangan hormonal.
Faktor yang terakhir yang mengaruhi adalah ‘managemen stres’ jadi cara untuk mengatasi stres ini juga penting.
Bukan berarti stress itu dihilangkan karena enggak bisa dihilangkan namun cara mengontrolnya.
Salah satu yang efektif mengontrol stres adalah olahraga tentunya bukan olahraga yang berlebihan, namun olahraga yang sesuai dengan kemampuan.
Atau dengan cara meditasi dengan cara Yoga dengan cara belajar teknik pernafasan dan lain-lain itu juga bisa mengontrol stress berlebih. (**)











