Ketua DPR Apresiasi Densus 88 yang Menangkap Tiga  Terduga Teroris di Kota Batu

Writer: - Sabtu, 3 Agustus 2024
Ketua DPR RI, Dr (HC) Puan Maharani.

Jakarta, Sumselupdate.com – Ketua DPR RI Dr (HC) Puan Maharani mengapresiasi kinerja Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri yang berhasil menangkap tiga terduga pelaku teroris di Kota Batu, Jawa Timur. Puan pun menyoroti salah satu terduga pelaku teroris masih berusia muda.

“Saya apresiasi kinerja Densus 88 yang berhasil menangkap teroris di Batu, Jawa Timur. Apalagi salah satu pelaku yang diamankan masih berstatus pelajar. Ini sekaligus sebagai upaya menyelamatkan masa depan generasi muda,” ujar Puan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (2/8/2024).

Read More

Legislator dari Dapil Jawa Tengah V ini menambahkan, anak muda yang terlubat  dalam teroris menjadi fenomena memprihatinkan yang perlu menjadi perhatian.

Pasalnya, anak muda kerap menjadi sasaran cuci otak seiring dengan masa pencarian jati diri dan keinginan untuk merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar.

“Kita harus jaga anak muda Indonesia agar tidak mengikuti pemahaman yang salah. Karena anak muda menjadi sasaran empuk untuk dipengaruhi karena mereka sedang berada si masa pencarian jati diri,” jelasnya.

Seperti diketahui, Densus 88 melakukan penangkapan kepada tiga orang, salah satu diantaranya berinisial HOK yang masih berusia 19 tahun.

HOK disinyalir merupakan simpatisan dari kelompok teroris Daulah Islamiyah yang berafiliasi dengan organisasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Pada saat ditangkap, HOK berencana untuk melakukan aksi bom bunuh diri yang meyasar tempat ibadah. Ketiga terduga teroris itu diketahui berasal dari Jakarta.

Melihat hal tersebut, Puan merasa prihatin dan meminta ada pendekatan komperhensif dari Pemerintah dan stakeholder terkait untuk mengantisipasi pelibatan generasi muda dalam kelompok teroris.

DPR kata Puan akan mendukung melalui program legislasi, pengawasan, dan fungsi dewan lain.

“Ini menjadi tugas kita bersama. Termasuk kerja sama dari berbagai elemen masyarakat, lingkungan pendidikan dan agama, serta lingkungan keluarga untuk menjaga anak-anak kita agar tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif seperti ini,” papar mantan Menko PMK tersebut.

Dikatakan, sosialisasi dan edukasi bagi anak-anak dan orang tua sangag penting  untuk menghindari dari jerat kelompok teroris.

Peran orang tua menjadi penting dalam fungsi pengawasan agar anak-anak Indonesia terselamatkan dari aksi-aksi ekstrem.

“Orang tua dan keluarga menjadi garda terdepan untuk mengawaai anak-anak calon pemimpin bangsa ini. Arahkan pada aktivitas dan kegiatan positif,” imbau Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Perempuan pertama yang menjabat ketua DPR ini pun mengatakan pendidikan, pengawasan, pemberdayaan, dan kerjasama internasional bisa menjadi  langkah strategis untuk melindungi generasi muda dari pengaruh ideologi ekstrem. Terutama, menurut Puan, di era digitalisasi saat ini.

“Pemerintah perlu menerapkan program deradikalisasi yang efektif untuk anak muda yang sudah terpapar ideologi ekstrem,” sebut mantan Menko PMK itu.

Program tersebut  harus mencakup konseling, pelatihan keterampilan, dan reintegrasi sosial. Selain itu, edukasi tentang bahaya ideologi ekstem juga dinilai harus semakin dimasifkan.

“Kita harus pastikan anak-anak kita, para generasi muda hidup di lingkungan sehat yang tidak membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Diperlukan gotong royong dan kerja bersama demi masa depan anak bangsa,” tutur Puan. (**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts