Istri dan Dua Anak Aiptu FN Dipanggil Penyidik Polda Sumsel

Writer: - Selasa, 26 Maret 2024
Istri Aiptu FN didampingi oleh dua kakak kandung Aiptu FN guna memberikan dukungan moril.

Palembang, Sumselupdate.com – Istri dan kedua anak Aiptu FN kembali mendatangi Mapolda Sumsel guna memberikan fakta ke penyidik terkait laporan dugaan perampasan paksa dan pengeroyokan oleh debt colector.

Selain DS (40) dan kedua anaknya, mereka juga didampingi oleh dua kakak kandung Aiptu FN guna memberikan dukungan moril.

Read More

Terkait kedatangan DS dan dua anaknya itu dalam rangka memenuhi panggilan penyidik baik itu Ditreskrimum Polda Sumsel maupun Bid Propam Polda Sumsel.

“Pemanggilan klien kami tadi siang terkait apa yang sudah kita laporkan kemarin. Dari siang hingga Senin malam kemarin juga, klien kita juga diperiksa sebagai saksi dalam peristiwa tersebut,” ujar Rizal Syamsul, SH selaku kuasa hukum dari DS kepada awak media, Selasa (26/3/2024) sore di Mapolda Sumsel.

Rizal mengatakan, tidak hanya kliennya saja yang dimintai keterangan sekaligus memberikan klarifikasi, tetapi dua anak Aiptu FN yang menyaksikan kejadian itu dari dalam mobil.

“Mobil klien kami ‘kan sempat dikuasai oleh debt collector dan dibawa dan posisi anak klien kami ikut terbawa, bahkan menurut kami ini bisa dikategorikan sebagai penculikan anak karena masih di bawah umur,” beber Rizal.

Sementara itu DS, istri Aiptu FN berada di luar mobil bersama sang suami sedang menjelaskan terkait kepemilikan mobil dengan debt collector.

“Awalnya klien kami DS mengejar suaminya keluar mobil lalu rombongan debt collector di waktu bersamaan juga menuju mobil dan mencabut kunci mobil, keluar sebentar lalu masuk lagi ke mobil dan menyalakan mobil dan sempat memindahkan mobil,” terang Rizal.

Terkait kedatangan juga sekaligus menemui Aiptu FN yang hingga hari ini masih menjalani pemeriksaan intensif.

“Kami tadi sempat bertemu dengan Aiptu FN. Saat ini kondisinya dalam posisi tabah, menerima hukuman kode etik. Saya sempat bilang ke klien kami, beliau adalah martir, artinya orang yang berjasa, bisa membuka peristiwa ini yang akhirnya semuanya bersuara untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat ini,” tambah Rizal.

Sementara DS kepada awak media juga berharap agar kasus yang dilaporkan dan dialami oleh suaminya Aiptu FN agar bisa berjalan baik.

“Dan suami saya mendapatkan yang terbaik semua yang telah dilakukan masyarakat. Mencari yang terbaik, agar ke depannya suami saya bisa bertugas kembali,” harap DS.

Bersamaan dengan itu, dukungan moril juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Terbukti banyaknya karangan bunga yang berjejer di depan Mapolda Sumsel yang menyampaikan ucapan semangat kepada Aiptu FN

Tak hanya itu, ada pula elemen masyarakat dari Gabungan Pemuda Peduli Sumsel (GPPS) yang menggelar aksi damai mendukung Aiptu FN dan mengecam praktik arogan dalam penyelesaian kasus fidusia.

“Kami juga meminta Kapolda Sumsel memerintahkan jajarannya agar menangkap seluruh debt collector dan mata elang di Sumsel. Yang sudah sangat meresahkan masyarakat,” ujar koordinator aksi yang juga selaku Direktur Sriwijaya Corruption Watch (SCW), M Sanusi dalam orasinya.

Penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberanian dari Aiptu FAN yang melakukan perlawanan terhadap tindakan semena-mena yang dilakukan terhadap gerombolan preman berkedok debt collector.

“Jangan biarkan para debt collector atau mata elang ini berkeliaran bebas dan berkembang biak di Bumi Sriwijaya ini,” kata Sanusi. (**)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts