Lubuklinggau, Sumselupdate.com- Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Lubuklinggau, AKBP Himawan Bagus Riady, S. SI menyampaikan beberapa poin yang dicapai pihaknya selama tahun 2023.
Capaian tersebut termaktub dalam seksi rehabilitasi, pencegahan, pemberantasan, pelayanan, pemberdayaan masyarakat dan bidang-bidang lainnya.
Dalam bidang Pemberdayaan Masyarakat yaitu merupakan upaya BNN Kota Lubuklinggau melakukan pemberdayaan ekonomi pada kawasan rawan narkoba.
Adapun implementasi program ini melalui pemetaan kawasan rawan, pelatihan life skill bagi masyarakat, advokasi kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba, bintek dengan stakeholders dalam rangka pemberdayaan masyarakat.
Lalu sejumlah kegiatan yang sudah dilakukan pada tahun 2023 seperti, Kegiatan Workshop Penggiat P4GN di Lingkungan Masyarakat, Pemetaan Kawasan Rawan Narkoba, pelaksanaan dalam evaluasi Kawasan rawan narkoba serta menentukan Kawasan rawan narkoba dengan status bahaya, waspada, siaga dan Aman sehingga adanya tindak lanjut.
Selanjutnya, Kegiatan Bimtek Penggiat P4GN di Lingkungan Pendidikan, kegiatan Bimtek Penggiat P4GN di Lingkungan Masyarakat, Kegiatan Workshop Tematik P4GN di Lingkungan Pendidikan, Guru Hebat anti narkoba dalam rangka mewujudkan sekolah bersih dari narkoba dan anti bullying.
Kemudian dalam bidang pencegahan BNN Kota Lubuklinggau dalam rangka penguatan ketahanan individu dan keluarga dari pengaruh bahaya narkoba melalui pembentukan relawan atau penggiat anti narkoba, pembentukan desa bersinar, pelatihan soft skill kepada keluarga dan pengembangan soft skill di SMP dan SMA sederajat.
Capaian kinerja seksi pencegahan selama tahun 2023 antara lain, membentuk dan mendampingi Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) di Kelurahan Pasar Pemiri Kecamatan Lubuklinggau Barat II.
Kelurahan Dempo Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kelurahan Pelita Jaya Kecamatan Lubuklinggau Barat I dan Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur I, sesuai SK Walikota Lubuklinggau Nomor:403/KPTS BAKESBANGPOL/2022 Tanggal 24 November 2022.
Tidak itu saja, seksi pencegahan juga melaksanakan kegiatan intervensi Program Ketahanan Keluarga, ketahanan diri remaja, Sosialisasi Bahaya Narkoba (Sharing P4GN), Talk Show Bareng Gen Z, Sharing P4GN bersama BNR (Parade Kicau), Art dan Family Therapy BNN X KIH H pesona warna, jajanan Mendukung Indonesia Bersinar.
Informasi dan Edukasi Melalui Media Leaflet dan Stiker War On Drugs, BNNK Goes To School Radio, Gema War On Drugs (WOD) di Lingkungan pendidikan dengan total 10230 orang, Deklarasi Anti Narkoba Pelajar Muratara, Pemanfaatan Media Luar Ruang, pencegahan melalui deteksi dini tes urine.
Dalam seksi Rehabilitasi, Program rehabilitasi merupakan upaya BNN Kota Lubuklinggau dalam mengupayakan penyembuhan terhadap penyalahguna narkoba, supaya tidak mengalami ketergantungan.
Implementasi program rehabilitasi tersebut tertuang dalam layanan rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap berbasis Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), penguatan SDM dan kelembagaan lembaga rehabilitasi.
Di mana selama tahun 2023 tercatat, layanan rehabilitasi BNN Kota Lubuklinggau memberikan pelayanan rawat jalan kepada 65 orang klien, rawat inap (rujuk) 20 orang klien, layanan pasca rehabilitasi 17 orang klien.
Kemudian IBM Majapahit bersinar 7 0rang klien, IBM Dempo sejahtera 8 orang klien dan layanan SHKPN sebanyak 265 orang.
Adapun seksi Pemberantasan, adalah upaya BNN Kota Lubuklinggau dalam rangka penegakan hukum yang tegas dan terukur guna menangani sindikat jaringan narkotika.
Di mana pengungkapan jaringan narkotika melalui penyelidikan, penyidikan, pemusnahan lahan tanaman ganja, penindakan dan pengejaran serta perampasan aset hasil tindak pidana narkotika.
Lalu mengadakan penguatan keterampilan SDM bidang pemberantasan melalui pelatihan teknis penyidikan, raid planning dan execution, pemenuhan sarana IT untuk menunjang pelaksanaan tugas intelejen dalam rangka penanganan tidak pidana narkotika.
Adapun kegiatan yang sudah dilaksanakan, Giat Lidik dan Sidik sebanyak 12 Laporan informasi, terdiri dari berdasarkan 3 laporan dari Call Center BNNK Lubuklinggau dan 7 Laporan berdasarkan Laporan Informan.
Seksi Pemberantasan BNNK Lubuklinggau juga telah melakukan giat backup BNNP Sumsel dengan cara mengamankan seseorang diduga tersangka kepemilikan 1 kg ganja yang kabur dari wilayah kota
Prabumulih.
Kemudian selama periode Januari sampai tahun 2023 Tim Assessment Terpadu BNNK Lubuklinggau Telah Melakukan Case Conference sebanyak 12 kali diantaranya 10 yang di Rekomendasi untuk diberi hak Rehabilitasi karena saat dilakukan assessment tidak adanya keterlibatan jaringan Peredaran gelap Narkotika yang dilakukan tersangka.
Seksi pemberantasan BNN Kota Lubuklinggau juga terus menjalin sinergitas dengan Sat Narkoba Polres Lubuklinggau, melakukan giat patrol/razia bersama, melakukan giat pengecekan atau control posko Kampung Tangguh Bersih dari Narkoba di Patok Besi, Kelurahan Sumber Agung dan melakukan penandatangan MOU Kampung Tangguh Bersih dari Narkoba di Patok Besi.
Lalu Kegiatan Sinergitas dengan Polres Muratara, berupa melakukan razia terhadap peredaran gelap dan
penyalahgunaan Narkotika, dan juga Sinergitas dengan TNI dengan cara melakukan koordinasi dengan staf intel TNI dalam upaya mengantisipasi keterlibatan anggota TNI dalam peredaran gelap atau penyalahgunaan Narkotika dan sinergitas dengan BNNP Bengkulu.
Dalam upaya penyebaran informasi tugas fungsi, BNN Kota Lubuklinggau mengunakan sarana media sosial untuk efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas P4GN, seperti Instagram, youtube, facebook, twitter dan pembuatan konten edukasi bahaya narkoba.
Lalu meningkatkan kerjasama melalui penyelengaraan MOU dengan berbagai pihak, seperti MoU Stage Holder Lubuklinggau Kampung Tanggu bersih Narkoba, MoU dengan DPMD Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), MoU dengan Puskesmas Citra Medika Lubuklinggau, Mou dengan Puskesmas Simpang Periuk, MoU dengan Puskemas Lubuk Tanjung, MoU dengan Polres Lubuklinggau, MoU dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II.A Lubuklinggau dan MoU dengan Polisi Pamong Praja Lubuklinggau.
BNN Kota Lubuklinggau bertekad Keterbatasan sumber daya dianggap sebagai tantangan yang harus dihadapi, mendesain model unit pelaksana P$GN di di daerah yang belum terbentuk, menjalin kordinasi dan hubungan kerjasama dengan pemangku kepentingan, melakukan pemerataan layanan.
Meningkatkan kualitas penyelenggaraan reformasi birokasi, kemudian program Salsabilla masuk mall merupakan kerjasama BNN Kota Lubuklinggau dan Lippo group dalam rangka membentuk sistem pelayanan berbagi informasi dan pembuatan SHKPN di tengah masyarakat. (*)











